Logo Header Antaranews Sumbar

SMA 1 Padang UNBK tiga sesi dengan 115 unit komputer

Senin, 9 April 2018 10:41 WIB
Image Print
Salah satu siswi di Pasaman Barat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer. (ANTARA SUMBAR/Altas Maulana)
Kita terus melakukan pengawasan dengan seksama. Di setiap ruangan ujian ada guru pengawas, operator dan teknisi

Padang, (Antaranews Sumbar) - SMA 1 Padang, Sumatera Barat menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan menggunakan 115 unit komputer.

“Ujian ini kita bagi dalam tiga sesi setiap harinya,” kata Kepala Sekolah SMA 1 Padang, M Nukman di Padang, Senin.

Ia mengatakan di sekolahnya ada sebanyak 324 siswa yang mengikuti UNBK. Ujian itu digelar sejak 9 hingga 12 April 2018.

Para siswa terdiri dari 297 orang program studi IPA dan 27 orang IPS. Mereka akan menjalani tiga ujian mata pelajaran wajib yaitu matematika, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Selanjutnya ada satu mata pelajaran pilihan sesuai program studi masing-masing seperti IPA terdiri dari fisika, biologi, dan kimia. Sementara untuk IPS yaitu geografi, ekonomi, sosiologi

“Setiap siswa harus memilih salah satu mata pelajaran dari program studi tersebut,” katanya.

Terkait dengan kebocoran soal pihaknya memperketat pengawasan selama ujian.

Ia mengatakan kemungkinan bocornya soal ujian sangat tipis karena setiap siswa memiliki soal yang berbeda antara satu dengan lainnya.

“Kita terus melakukan pengawasan dengan seksama. Di setiap ruangan ujian ada guru pengawas, operator dan teknisi,” kata dia.

Terkait dengan aliran listrik, pihaknya bersama Dinas Pendidikan Sumbar telah menyurati pihak PLN agar tidak mematikan arus listrik selama pelaksanaan ujian.

“Kami tidak menyiapkan genset apabila arus listrik padam, kami yakin PLN akan mendukung pelaksanaan UNBK ini,” ujar dia.

Dari data Dinas Pendidikan Sumbar siswa SMA/MA yang mengikuti UNBK sebanyak 40.232 siswa di 262 sekolah dan siswa yang mengikuti UN berbasis kertas dan pensil 6.542 orang di 54 sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Burhasman menyebutkan jumlah SMA yang mengikuti UNBK 2018 seharusnya bisa lebih banyak karena anggaran untuk pengadaan komputer sudah tersedia.

Namun terjadi kendala dalam proses pengadaan yang menggunakan sistem e-katalog. Sistem itu tidak bisa diakses sejak awal tahun dan baru bisa pada awal Maret 2018. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026