Sebanyak 40 SLTP tanah datar tidak laksanakan UNBK

id UNBK,UNBK 2019

Ilustrasi. (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 40 sekolah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, belum bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) karena kurangnya fasilitas ujian berupa komputer dan jaringan internet.

"Sebanyak 103 sekolah SLTP di Kabupaten Tanah Datar hanya 63 sekolah yang melaksanakan ujian UNBK. Jumlah itu meningkat lebih dari 50 persen dibanding tahun 2018 hanya 23 sekolah," kata Sekretaris Panitia Ujian Nasional (UN) kabupaten Tanah Datar Yulisman di Batusangkar, Kamis.

Dari sebanyak 63 sekolah tersebut lanjutnya belum semua sekolah yang mampu melaksanakan ujian secara mandiri. Bahkan ada satu sekolah di Lintau yang menampung sampai tiga sekolah, ketiga sekolah itu terhalang karena tidak adanya akses layanan internet serta fasilitas sekolah berupa komputer di sekolah itu.

Ia mengatakan sejak 2018 pihaknya telah berupaya memenuhi komputer dan laboratorium untuk sekolah pelaksanaan UNBK secara maksimal pada 2019.

Namun, imbuhnya karena anggaran terbatas belum 100 persen sekolah yang bisa mengikuti, jika menggunakan dana BOS hanya dibolehkan membeli satu komputer saja.

"Bahkan ada beberapa sekolah yang mengikuti ujian UNBK tahun ini yang membantu penyediaan komputernya adalah alumni sekolah itu," katanya.

Menurutnya jika pemerintah mewajibkan UNBK kepada seluruh siswa seharusnya pemerintah menfasilitasi sekolah itu dengan membelikan alat berupa komputer dan ruangan laboratorium.

Karena, menurutnya dana rehap untuk sekolah dari pemerintah saat ini cukup besar. Satu sekolah bisa menerima sekitar Rp100 juta hingga Rp200 juta tergantung sekolah itu.

Ia mengatakan anggaran dari pusat untuk memperbaiki sekolah di Tanah Datar saat ini cukup besar, ada sekitar Rp10 miliar dana yang diberikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Jika dana 10 miliar itu digunakan untuk menfasilitasi perlengkapan UNBK selama satu tahun saja maka semua sekolah di Tanah Datar sudah bisa mengikuti ujian UNBK secara mandiri," katanya.

Ia berharap tidak ada kendala selama penyelenggaraan UNBK. Untuk jaringan listrik, pihaknya sudah menyurati pihak Telkom dan PLN untuk mengkondisikan aliran listrik aman dan tidak mati selama ujian berlangsung. ***3***
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar