Tiga anggota DPRD Babel korban Lion Air belum teridentifikasi

id Lion Air jatuh,Anggota DPRD babel korban lion air

Sejumlah keluarga dan kerabat berdoa bersama saat pemakaman korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 Jannatun Cintya Dewi di kawasan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (1/11/2018). Jannatun Cintya Dewi merupakan pegawai Kementerian ESDM yang menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/wsj.

Pangkalpinang, (Antaranews Sumbar) - Tiga dari lima Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) korban Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat pada Senin (29/10) belum terindentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri di Jakarta.

"Kami selalu berdoa agar tiga jenazah anggota DPRD provinsi ini bisa segera teridentifikasi dan dimakamkan oleh keluarga di kampung halamannya," kata Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Didit Srigusjaya di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan, tiga jenazah anggota DPRD Provinsi Kepulauan Babel yang belum teridentifikasi yaitu H.K Junaidi Ketua Komisi IV, Ahmad Mugni Anggota Komisi II, Mukhtar Rasyid Anggota Komisi III.

Sementara dua jenazah anggota DPRD yang sudah teridentifikasi dan dimakamkan di kampung halamannya yaitu Dolar Anggota Komisi II dan Mudiman Anggota Komisi III.

"Dalam waktu dekat ini saya akan ke Jakarta untuk berkoordinasi dan memantau proses identifikasi jenazah korban pesawat naas ini," katanya.

Ia bersama anggota DPRD Provinsi Babel lainnya selalu berdoa agar seluruh jenazah korban pesawat Lion Air ini segera teridentifikasi oleh tim medis Polri di Jakarta.

"Kami berharap jenazah-jenazah saudara-saudara terindentifikasi secepat mungkin, paling tidak keluarga korban bisa mengebumikan di kampung halamannya," ujarnya.

Ia juga berharap keluarga korban selalu diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi musibah ini.

"Mudah-mudahan doa dari istri dan anak-anak korban dikabulkan Allah SWT dan jenazah suami dan bapak dari anak-anak ini segera diidentifikasi," tandas Didit. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar