Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Diminta Perhatikan Dua SD di Padangpanjang

Senin, 25 Februari 2013 13:14 WIB
Image Print

Padangpanjang, Sumbar, (Antara) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Padangpanjang, Sumatera Barat meminta Pemkot setempat untuk lebih memperhatikan kondisi dua Sekolah Dasar di Kecamatan Padangpanjang Barat, karena kondisinya sangat memiriskan."Sekolah itu adalah SDN 15 Kelurahan Tanah Hitam dan SDN 19 Sungai Andok Kelurahan Kampung Manggis," kata Ketua DPRD Padangpanjang Novi Hendri, Senin.Kondisi itu diketahui kata dia, ketika kunjungan lapangan Komisi III bidang Kesra dan Pendidikan ke beberapa sekolah di daerah itu yang terdiri dari, Syafrizal, Kamrita, Kurniawan, Lastri, Zulfitra didamping kabag Humas Setwan Ananda.Dia mengatakan, di SDN 15 kelurahan Tanah Hitam, keperluan air bersih PDAM kurang lancar, padahal tidak pernah melakukan tunggakan pembayaran setiap bulannya, sehingga kondisi itu mempengaruhi aktivitas dan kenyamanan belajar mengajar.Selain itu kata dia, SDN yang berada di kaki bukit Tui itu juga kekurangan lokal belajar, ruang perpustakaan yang sempit dan sejumlah persoalan lainnya.Khusus pada SDN 15 Tanah Hitam, lanjut Novi Hendri, yang menarik dari cerita para guru, sekitar satu bulan yang lalu, ada kera yang melakukan proses melahirkan di halaman sekolah.Bahkan siang hari lanjut dia, babi hutan juga sering berkunjung ke pekarangan sekolah, karena tidak adanya pagar pengaman sekolah dengan lingkungan sekitar sekolah yang berada di kaki Bukit Tui tersebut.Dengan kondisi sekolah di pinggir kaki bukit, tentunya perlu adanya perhatian dari Dinas Pendidikan setempat, meski diakui pembinaan dari SKPD terkait turun secara isidentil, namun tindak lanjut keluhan yang dibutuhkan sekolah terkesan lamban, ujar Novi Hendri.Lain lagi halnya pada SDN 17 Sungai Andok. Disana, kondisi lantai ruang belajar, majelis guru seakan tambal sulan antara keramik dengan semen, ruang perpustaan di lantai II sempit dan tidak layak dijadikan ruang baca dengan buku banyak cerita dibanding pendukung buku pelajaran.Dari kunjungan pada dua sekolah dasar tersebut, kita menemukan fakta bahwa sebagian muridnya berasal dari keluarga kurang mampu dan sangat butuh perhatian serius oleh SKPD terkait, kita sangat menginginkan pendidikan maju bersama, tegas Ketua Komisi III Syafrizal.Masukan murni setiap sekolah kata dia, akan dijadikan bahan kebijakan dewan, dan ditindaklanjuti dengan Dinas Pendidikan termasuk SKPD terkait, agar keluhan yang dialami sekolah terakomodir dengan cepat. (**/ben)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026