Tujuh ABK dari Bengkulu dilaporkan hilang di perairan laut Mentawai

id ABK Hilang

Search and Rescue (SAR) Kabupaten Kepulauan Mentawai melakukan pencarian ABK hilang. (Antara Sumbar/Agung Pambudi)

Kami mendapatkan laporan dari Syahbandar Sikakap, bahwa telah terjadi kecelakaan kapal bermuatan 10 orang ABK, pada Minggu (5/8), tiga orang ditemukan selamat, sementara tujuh lainnya masih dalam pencarian
Mentawai, (Antaranews Sumbar) - Tujuh Anak Buah Kapal (ABK) KM Arung Samudera dari Provinsi Bengkulu dilaporkan hilang di perairan laut Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar).

"Kami mendapatkan laporan dari Syahbandar Sikakap, bahwa telah terjadi kecelakaan kapal bermuatan 10 orang ABK, pada Minggu (5/8), tiga orang ditemukan selamat, sementara tujuh lainnya masih dalam pencarian," kata Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Akmal di Tuapejat, Senin.

Ia menjelaskan KM Arung Samudera berlayar dari Bengkulu pada Kamis (2/8), namun dalam perjalanannya, KM Arung Samudera dengan merk lambung Mama Muda 04 mengalami kebocoran pada Jumat (3/8) seluruh ABK mencoba menyelamatkan diri menggunakan sarana yang ada di kapal tersebut.

"Dari informasi yang kami himpun, seluruh ABK terpencar, tiga yang selamat tersebut ditemukan kapal pukat cincin dari Sibolga dan kapal bagan dari Bengkulu," katanya.

Tiga ABK tersebut yakni, Aziz yang merupakan Nakhoda kapal, Pii, dan Devi. Sementara tujuh korban lainnya yang saat ini masih hilang yakni, Okta, Niko, Alor, Kodak, Siad, Dian dan Aldo.

Lebih lanjut Akmal mengatakan dalam melakukan pencarian ini, lima kapal pencarian dua di antaranya dari Angkatan Laut, yakni KRI Kala Hitam dari Lanal Padang dan KAL Mego Bengkulu. Sementara dari Basarnas, mengerahkan dua KN Yudhistira dari Padang dan RB 313 Bengkulu.

"Semua tim sudah bergerak tadi pagi, dan kami akan back up dari sini," katanya.

Dari prediksi awal, berdasarkan arah angin, korban diperkirakan hanyut ke arah Kepulauan Mentawai. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar