Logo Header Antaranews Sumbar

Ekspor Sumbar di Juni turun 11,48 persen

Senin, 16 Juli 2018 14:13 WIB
Image Print
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/ed/nz/15

Padang, (Antaranews Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat ekspor provinsi itu pada Juni ?2018 mencapai 108,19 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau turun 11,48 persen dibandingkan Mei?2018 yang mencapai 122,22 juta dolar AS.

"Penurunan ekspor dalam beberapa bulan terakhir terjadi karena turunnya harga karet dan sawit yang menjadi komoditas andalan ekspor Sumbar," kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi di Padang, Senin.

Ia menilai selain turunnya harga komoditas khusus untuk negara tujuan India juga diberlakukan pajak impor.

Golongan barang paling banyak diekspor pada ?Juni 2018 ?adalah ? lemak dan ?minyak hewan nabati ?senilai ?66,43 juta dolar AS, karet dan barang dari karet sebesar 23,05 ?juta dolar AS,

Ia menyampaikan negara ?tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Juni 2018 adalah ke India 40,87 juta dolar AS, Amerika Serikat 23,05 juta dolar AS, dan Pakistan 9,17 juta dolar AS.

Ekspor ke India ?memberikan peranan sebesar 26,73 persen terhadap total ekspor Sumbar.

Sebaliknya ekspor produk industri ?pengolahan pada Juni ?2018 mengalami penurunan sebesar minus 17,83 ?persen dibanding ?Mei, lanjut dia. Sementara nilai impor Sumatera Barat pada ?Juni 2018 mencapai 49,70 juta dolar AS ?atau ?naik 36,77 persen dibandingkan Mei yang mencapai ?36,34 juta dolar AS.

? ? ?Golongan barang impor terbesar ?Juni 2018 ?adalah ?bahan bakar mineral sebesar 44,67 juta dolar AS, pupuk ?4,81 juta dolar AS, dan ?golongan garam, belerang, kapur ?0,09 ?juta dolar AS.

? ? Sebelumnya Bank Indonesia menilai butuh sinergi seluruh pihak untuk meningkatkan ekspor Sumatera Barat apalagi saat ini pertumbuhan ekonomi dunia ?meningkat serta harga sejumlah komoditas strategis juga membaik.

? ? Saat ini ekspor Sumbar masih rentan karena hanya bergantung pada dua komoditas yaitu minyak sawit dan karet dan ke depan perlu dilakukan diversifikasi agar lebih luas Ini satu momentum yang bagus bersinergi menggarap ekspor, kata Kepala Bank Indonesia perwakilan Sumbar Endy Dwi Tjahjono .

? ? Ia ?melihat untuk sawit juga perlu dilakukan peremajaan karena banyak yang sudah tua sehingga produksinya turun serta terbatasnya lahan.

? ? ?Termasuk industri hilir sawit kurang mendukung, sekarang yang ada baru CPO, seharusnya juga dibangun yang lain agar ada nilai tambah, kata dia.

? ? Sementara Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menilai selain sawit dan karet ada sejumlah komoditas lain yang juga potensial untuk diekspor.

? ? "Kopi mulai mendunia, gambir juga, termasuk perikanan," kata dia.

? ? Ia mengatakan ekspor Sumbar tiap tahun terus meningkat tapi pada sisi lain belum berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.

? ? Jadi ada dampak terhadap kemampuan daya beli dan tingkat kesejahteraan petani, ujarnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026