Ribuan Wisatawan Kunjungi Lembah Harau

id lembah harau

Lemah Harau. Antara Sumbar/Fathul Abdi.

Sarilamak, (Antaranews Sumbar) - Ribuan wisatawan berkunjung ke objek wisata Lembah Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) pada libur Lebaran 1439 Hijriah.

"Sejak Lebaran kunjungan ke Lembah Harau terus meningkat, dalam sehari mencapai 1.500 orang," kata staf Dinas Pariwisata Limapuluh Kota sekaligus penjual tiket masuk Lembah Harau, Susmayulianti (40), di Sarilamak, Rabu.

Puncak keramaian pengunjung terjadi pada Minggu (17/6), dengan jumlah pengunjung mencapai 2.000 orang.

Lembah Harau adalah salah satu destinasi wisata andalan di Limapuluh Kota.

Pada tempat tersebut pengunjung dapat menyaksikan tebing-tebing tinggi, serta empat air terjun yang bisa menjadi pilihan.

Selain itu di Lembah Harau juga telah terdapat berbagai wahana bermain seperti menunggang kuda, bermain sampan, Taman Bunga di lereng bukit untuk objek foto, dan lainnya.

Pada air terjun Sarasah Bunta, pengunjung juga bisa membeli makanan, minuman, serta oleh-oleh pada pedagang di sekitar lokasi, termasuk pakaian.

Tiket masuk menuju Lembah Harau dijual seharga Rp5.000 per orang.

Pengunjung tidak hanya dari lokal, tapi juga daerah lain seperti Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, dan lainnya.

"Kami ke sini untuk membawa anak melihat air terjunnya. Selain itu pilihan wahananya sekarang juga sudah banyak," kata Yetti (34), salah seorang perantau dari Pekanbaru.

Susmayulianti menyebutkan kunjungan ke Lembah Harau pada Lebaran tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pengunjung sekitar 1.500 orang itu setelah diberlakukan buka tutup jalan, jika dibuka seharian pengunjungnya akan lebih banyak," katanya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Limapuluh Kota AKP Dwi Yulianto, mengatakan penutupan akses menuju Lembah Harau adalah bagian dari rekayasa lalu lintas yang dilakukan polisi.

Mengingat jalur tersebut, tepatnya di Jalan Raya Negara Kilometer 10, adalah satu-satunya akses dari Limapuluh Kota menuju Pekanbaru, Riau.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar