
Pemerintah Dukung Pembentukan Kaukus Perempuan Politik

Jakarta, (Antara) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan Pemerintah mendukung pembentukan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) yang selama ini secara nyata memberikan hasil dalam meningkatkan kualitas dan representasi kaum wanita. "KPPI harus menjadi bisa mengaktualisasikan dirinya pada semua sisi kehidupan, sehingga dapat menciptakan citra yang positif guna menguatkan akseptabilitas dan kredibilitas di tengah masyarakat," kata Linda Amalia Sari Gumelar di Jakarta, Rabu. Dia mengharapkan, kepengurusan KPPI, yang terdiri dari sepuluh partai politik yang telah dinyatakan lolos verifikasi dan dinyatakan sebagai peserta Pemilu tahun 2014 ini mampu menjadi magnet bagi partisipasi politik perempuan Indonesia. "KPPI memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam meningkatkan kapasitas kader perempuan dan mengawal kebijakan yang memungkinkan peningkatan keterwakilan perempuan pada pemilu 2014 mendatang," katanya. Hal ini, kata dia, dapat menjadi daya tawar yang tinggi di pasar politik, dan pada akhirnya partai politik akan memberikan ruang yang luas bagi perempuan politik untuk mendukuki jabatan di legislatif dan eksekutif. "Semangat perempuan di dunia politik untuk meningkatkan kualitas dirinya jangan sampai padam seiring dengan semangatnya untuk meningkatkan jumlah 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen pada Pemilu 2014," katanya. Sejauh ini, kata dia, kekuatan perempuan politik masih dihadapkan pada budaya patrilineal yang menghalangi perempuan untuk berorganisasi dan berekspresi. Hal ini dapat diukur dari keterwakilan perempuan dalam parlemen di Indonesia hasil pada Pemilu tahun 2009, yang baru mencapai 18,03 persen DPR, 27 persen DPD, 16 persen DPRD Provinsi dan 12 persen DPRD Kabupaten/Kota serta 10 persen dari 497 Kabupaten/Kota tidak memiliki keterwakilan perempuan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
