
Presiden Kuba Bertemu Anggota Parlemen AS di Havana

Havana, (Antara/AFP) - Presiden Kuba Raul Castro pada Selasa menyambut anggota delegasi parlemen Amerika Serikat, untuk pertama kalinya datang ke negara Komunis itu sejak Presiden AS Barack Obama terpilih kembali, kata media pemerintah. "Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla ikut dalam pertemuan tersebut, yang membahas masalah menarik bagi kedua negara," kata pernyataan disiarkan media pemerintah. Para legislator AS berada di Havana akan bertemu dengan para pejabat Kuba dan berharap untuk mengunjungi seorang kontraktor Amerika yang dipenjara karena mendistribusikan laptop dan satelittelepon, kata sumber-sumber diplomatik sebelumnya. Para anggota parlemen AS juga bertemu dengan Rodriguez Parrilla dan Ricardo Alarcon, seorang mantan duta besar Kuba untuk PBB dan ketua majelis, kata laporan Kuba. Sumber-sumber di Seksi Kepentingan Amerika Serikat - di negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik penuh dengan AS itu - mengatakan, delegasi tiba pada Senin dan dipimpin oleh Senator Demokrat Patrick Leahy dari Vermont. Ia mengunjungi Kuba tahun lalu dan bertemu dengan Castro pada saat itu. Di Washington, juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland mengkonfirmasi perjalanan sebelumnya. "Pemahaman (delegasi) kami adalah bahwa mereka telah diberitahu bahwa mereka akan berkesempatan untuk menjenguk Alan Gross, kontraktor AS yang dipenjara," kata Nuland kepada wartawan. Nuland mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri mengharapkan para anggota parlemen meminta Gross "segera dibebaskan." "Kami akan menantikan hasil diplomasi mereka atas namanya dan,lebih luas, berkenaan dengan semua kekhawatiran kita tentang Kuba "mengenai hak asasi manusia dan isu-isu lainnya," katanya. Gross ditangkap pada Desember 2009 karena secara ilegal mendistribusikan laptop dan peralatan komunikasi kepada anggota komunitas kecil Yahudi di Kuba di bawah kontrak Departemen Luar Negeri. Dia menjalani hukuman penjara 15 tahun karena "tindakan menentang kemerdekaan atau keutuhan wilayah" pulau yang diperintah komunis itu. Kasusnya telah meningkatkan ketegangan antara kedua negara, dengan Washington membuat persyaratan bagi pembebasannya dengan meningkatkan hubungan baik. Kuba telah menegaskan, pihaknya siap untuk membicarakan pembebasan Gross dalam pertukaran dengan membebaskan lima mata-mata Kuba yang ditangkap dan ditahan di Amerika Serikat. TetapiWashington telah mengesampingkan tawaran ini. Buletin berita Kuba tidak mengatakan apakah Amerika mampu memenuhi tuntutan untuk Gross itu. Setelah mengunjungi Kuba, anggota parlemen Amerika akan menuju Haiti pada Rabu. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
