Logo Header Antaranews Sumbar

Presiden Venezuela Berjanji Pertahankan Aliansi dengan Kuba

Minggu, 28 April 2013 17:24 WIB
Image Print

Havana, (Antara/Reuters) - Kuba dan Venezuela Sabtu menandatangani perjanjian kerja sama untuk 51 proyek sementara Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang mengunjungi negara itu berjanji akan mempertahankan aliansi erat yang dijalin orang yang digantikannya mendiang Hugo Chavez. Maduro mengatakan mereka akan mengeluarkan dana dua miliar dolar AS tahun ini untuk "pembangunan sosial" tetapi tidak jelas apakah ia membicarakan 51 proyek itu, beberapa rincian tentang itu diungkapkan atau pekerjaan-pekerjaan lain. Kunjungan pertamanya sejak menjadi presiden bulan ini bertujuan untuk menenteramkan kekhawatiran Kuba tentang hubungan pasca-Chavez dengan negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu yang adalah sekutu terbesar Kuba dan penyumbang dana. Minyak Venezuela dan uang membantu ekonomi pulau yang diperintah komunis itu tetap bertahan dan kedua pemerintah memiliki sekitar 30 usaha patungan sebagian besar berada di Venezuela. "Kami datang ke Havana, Kuba untuk mengatakan kepada rakyat Venezuela, rakyat Kuba, semua mereka dari Amerika Latin... akan terus bekerja sama, kami datang untuk meratifikasi satu aliansi yang strategis dan bersejarah yang telah melampaui batas waktu itu adalah aliansi persaudaraan ketimbang aliansi," kata Maduro saat acara penandatanganan di pusat konvensi utama Havana. Maduro, mantan sopir bus dan pemimpin serikat buruh mengemukakan kepada wartawan ia bertemu dengan mantan pemimpin Kuba Fidel Castro, 86 tahun selama lima jam Sabtu," mengenang Pemimpin Chavez, mengenang bahwa kedua pemimpin itu telah membangun hubungan itu." Maduro meraih kemenangan tipis dalam pemilihan presiden 14 April untuk menggantikan Chavez, yang meninggal 5 Maret setelah menderita kanker yang lama. Ia pada dasarnya sebagai orang yang menggantikan Chavez untuk meneruskan kebijakan sosialisnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri, termasuk hubungan yang erat dengan Kuba dan Castro, yang Chavez anggap sebagai mentor politiknya. Tetapi pesaingnya dalam pemilihan itu, Henrique Capriles mengeritik aliansi dengan Kuba, yang menghadapi masalah-masalah ekonomi, membuat Kuba khawatir mereka akan kehilangan tali penolong ekonomi mereka. Kuba menerima sekitar 110.000 barel minyak per hari dengan imbalan uang dan pelayanan dari sekitar 44.000 warga Kuba, sebagian besar dari mereka personil medis, di Venezuela. Pada tahun 2000, Kuba dan Venezuela membentuk satu komisi antarpemerintah yang menyelenggarakan pertemuan-pertemuan tahunan untuk membangun proyek-proyek bersama dalam satu bidang luas, diantaranya pemeliharaan kesehatan, pendidikan, kebudayaan dan ekonomi. Presiden Kuba Raul Castro,yang berbicara hanya secara singkat dalam acara itu mengatakan bersama dengan 51 proyek itu, mereka menyetujui memorandum kesefahamann bagi pengembangan dan pelaksanaan satu "agenda ekonomi bilateral" untuk lima tahun ke depan. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026