YLKI: Buruh dan konsumen hadapi permasalahan yang nyaris sama

id Tulus Abadi

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. (Antara)

konsumen bisa menentukan sikap untuk memboikot suatu produk dari perusahaan atau pengusaha yang terbukti melanggar hak-hak buruh. Sikap konsumen itu merupakan upaya strategis turut memperjuangkan pemenuhan hak-hak buruh
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyebutkan buruh dan konsumen menghadapi permasalahan yang nyaris sama, yakni sering terjadi pelanggaran hak.

"Konsumen adalah salah satu pelaku ekonomi yang memiliki posisi strategis. Sudah waktunya konsumen menjadikan kondisi dan isu buruh dalam preferensi menentukan pilihan suatu produk," kata Tulus melalui siaran pers di Jakarta, Selasa.

Tulus mengatakan konsumen bisa menentukan sikap untuk memboikot suatu produk dari perusahaan atau pengusaha yang terbukti melanggar hak-hak buruh. Sikap konsumen itu merupakan upaya strategis turut memperjuangkan pemenuhan hak-hak buruh.

Menurut Tulus, konsumen yang bertanggung jawab bukan saja menuntut adanya kualitas produk atau pelayanan dan keterjangkauan harga dari suatu produk, tetapi juga harus menjadikan isu dan permasalahan hak-hak buruh dalam menentukan suatu pilihan produk, baik itu barang atau jasa.

"Karena itu, YLKI mengimbau konsumen untuk membeli atau melakukan transaksi pada produk yang dihasilkan dari perusahaan yang menghargai dan tidak melanggar hak-hak buruh," tuturnya.

Tulus mengatakan seperti yang banyak terjadi di beberapa negara di dunia, organisasi buruh di Indonesia perlu membangun sinergi dengan organisasi konsumen dalam upaya memperjuangkan hak-hak buruh paralel dengan memperjuangkan hak-hak konsumen.

"YLKI menyampaikan Selamat Hari Buruh Sedunia," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar