PLN bantu bangun Surau Al-Quran di Padang, nilai capai Rp1 miliar

id CSR PLN

Peresmian Surau Al-Quran Anak Sholeh yang bangun bersumber dari dana CSR PLN mencapai Rp1,1 miliar (Ist)

Padang, (Antaranews Sumbar) - PLN kembali berkonstribusi di dunia pendidikan dengan memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan gedung Surau Al-Quran Rumah Anak Sholeh milik Yayasan Anak Sholeh 85 di Padang sebesar Rp1 miliar.

Surau ini dapat mewadahi sebanyak 50-75 santri untuk melaksanakan pendidikan di rumah tahfidz (tempat menghafal Al-Quran) yang berlokasi di Kelurahan Anak Air, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang.

Selain itu, untuk kebutuhan sarana dan prasarana di surau tersebut, PLN juga menggelontorkan Rp100 juta, yang serahkan langsung di lokasi pada Jumat.

Dalam kegiatan penyerahan bantuan sekaligus peresmian gedung surau ini, turut hadir Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, para pimpinan Yayasan Anak Sholeh 85 Apwidhal, Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto dan General Manager PLN Wilayah Sumbar Susiana Mutia.

Irwan Prayitno dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada PLN yang telah mendukung pembangunan surau tersebut.

"Saya atas nama Gubernur Sumbar berterima kasih banyak untuk PLN yang telah memberikan bantuan CSR kepada rumah tahfidz Al-Quran. Semoga PLN semakin maju, jaya dan berkah karena dukungan yang luar biasa untuk mencerdaskan generasi penerus dunia dan akhirat," katanya.

Budaya surau sebagai budaya Minang ini mudah-mudahan bisa hidup kembali dan mencetak cendikiawan seperti Buya Hamka, tambah Irwan.

Wiluyo juga menyatakan rasa syukurnya atas dibangun dan diresmikannya gedung Surau Al-Quran Rumah Anak Sholeh di Padang.

"Alhamdulillah hari ini kita meresmikan rumah tahfidz di Padang, dimana pembangunan surau ini untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar kota Padang dan mendidik anak-anak untuk menghafal Al-Quran agar menciptakan pemimpin-pemimpin yang berakhlak mulia," ujar Wiluyo.

Surau Al-Quran Rumah Anak Sholeh ini merupakan gagasan dari para alumni SMA 2 Padang angkatan 85 yang tergabung dalam Yayasan Anak Sholeh 85 yang sering melaksanakan pertemuan dan kemudian tercetus ide untuk menggerakkan dunia pendidikan dengan membangun generasi muda yang berkarakter seperti para cendikiawan terdahulu dari Sumatera Barat.

Hal ini menunjukkan bentuk kepedulian dari para alumni terhadap generasi muda yang kurang beruntung dan mengalami kendala biaya pendidikan.

Peresmian Surau Al-Quran Anak Sholeh yang bangun bersumber dari dana CSR PLN mencapai Rp1,1 miliar (Ist)


Ketua Yayasan Anak Sholeh 85 Apwidhal, mengatakan pada November 2011, terbentuklah rumah singgah atau yang saat ini disebut dengan Rumah Anak Sholeh (RAS) sebagai ruang bagi anak-anak yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan pengembangan diri dan nilai-nilai karakter hidup.

Selain itu, untuk mengimbangi kondisi di lingkungan para anak-anak RAS, para orang tua juga diberikan pengetahuan mengenai parenting dan wirausaha agar lingkungan keluarga mereka dapat lebih harmonis.

Kemudian program yang ketiga ini adalah pembangunan surau untuk mendidik anak-anak menjadi tahfidz Al Quran dan memiliki karakter kuat dan terpuji, jelas Apwidhal.

Untuk saat ini, terdapat satu angkatan yang terdiri 11 santri yang terpilih dari berbagai wilayah di Sumatera Barat telah menuntut ilmu di Surau Al Quran ini sejak 2017 lalu.

Mereka akan dididik selama lima tahun yang pendidikannya setara dengan SMP hingga SMA. Setiap tahun akan dijaring kembali anak-anak dengan karakter yang kuat dan berinteligensi tinggi untuk bergabung dan mendapatkan pendidikan di surau ini.

Peresmian Surau Al-Quran Anak Sholeh yang bangun bersumber dari dana CSR PLN mencapai Rp1,1 miliar (Ist)


Kegiatan di surau ini berupa pengembangan diri dan karakter anak-anak yang dituangkan dalam menghafal Al Quran dan artinya beserta hadits, mempelajari cerita teladan islam dan fiqh ibadah.

Mentor-mentor yang mengajar di surau adalah para pemuda yang berpengalaman di bidang ilmu agama, psikologi dan sebagainya.

Salah seorang orang tua dari santri Surau Al Quran Rumah Anak Sholeh, Ira (44) menyatakan rasa bahagianya karena anaknya dapat bersekolah di sana.

"Saya senang anak saya masuk sini. Semoga anak kami menjadi anak yang sholeh, mandiri dan memegang amanat dengan berpendidikan di surau ini. Setelah 1 tahun berada di surau ini, anak saya jadi selalu mengingatkan agar selalu sholat berjamaah dan sekarang sudah hafal satu juz Al Quran," ucap Ira, ibu dari santri M. Fauzil Idham.

Melalui bantuan tersebut menunjukkan kepedulian PLN terhadap dunia pendidikan untuk generasi bintang yang berkarakter mandiri serta berlandaskan Al Quran dan Sunnah yang nantinya akan mendorong meningkatkan taraf hidup, perekonomian dan kepemimpinan bangsa yang lebih baik di masa depan.***

Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar