
Produksi beras Padang Panjang surplus

Padang Panjang, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat dalam kurun tiga tahun terakhir produksi beras di daerah itu selalu meningkat atau surplus.
"Karena kondisi itu, selain untuk kebutuhan konsumsi lokal bisa juga dipsarkan ke daerah tetangga dan sebagai cadangan," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan di Dinas Pangan dan Pertanian setempat, Fitriadi di Padang Panjang, Selasa.
Ia merinci produksi beras pada 2015 seberat 5.947,8 ton lalu meningkat di tahun selanjutnya menjadi 6.491,7 ton dan di 2017 bertambah menjadi 6.783,4 ton.
Sementara kebutuhan beras pada 2015 dan 2016 sebanyak 5.523 ton dan kebutuhan selama 2017 yaitu 5.597 ton.
"Ada surplus 1.186,3 ton pada tahun lalu. Setiap tahun ada target peningkatan produksi dan karena lahan di perkotaan memang terbatas langkah yang diambil adalah dengan mengintensifkan lahan yang ada, secara ekstensifikasi tidak memungkinkan," jelasnya.
Ia menyebutkan lahan pertanian di daerah itu saat ini seluas 630 hektare yang didominasi oleh lahan sawah.
Sementara lahan yang diakomodasi dalam perda rencana tata ruang wilayah (RTRW) hanya seluas 553 hektare sehingga ada kemungkinan lahan akan beralih fungsi.
"Kini kami sedang siapkan ranperda mengenai lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) untuk menetapkan dan melindungi lahan pertanian," ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan produksi, ia menerangkan cara yang dilakukan yaitu melalui penerapan sistem tanam jajar legowo di mana dengan pengaturan jarak tanam akan memberi ruang penyinaran dan pemberian pupuk lebih mudah.
"Lewat jajar legowo ini juga membantu dalam pengendalian hama terutama tikus dan penyakit karena dengan kondisi terbuka maka kelembaban lebih rendah. Cara ini kami harapkan dapat meningkatkan produksi padi," katanya. (*)
Pewarta: Ira Febrianti
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
