
Agam gelar simulasi UNBK bagi siswa SMP
Sabtu, 20 Januari 2018 11:46 WIB

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menggelar simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebanyak dua kali bagi siswa di 42 unit SMP di daerah itu menjelang pelaksanaan ujian pada 23-26 April 2018.
Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Frizal di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan, simulasi UNBK pertama digelar pada 21-22 November 2017 dan simulasi UNBK kedua bakal digelar pada 14-15 Februari 2018.
"UNBK ini diadakan di 42 sekolah dengan jumlah siswa 3.772 orang dan soal simulasi UNBK ini berasal dari pusat," katanya.
Ia mengatakan, tidak ada kendala dihadapi siswa saat UNBK karena siswa sudah paham mengoperasikan komputer.
Berkemungkinan kendala yang dihadapi saat UNBK berupa listrik padam dan jaringan internet. Namun pihaknya dan sekolah akan menyurati pihak PT PLN dan PT Telkom menjelang pelaksanaan UNBK.
"Kita akan menyurati PLN dan Telkom agar tidak memadamkan listrik dan jaringan internet agar proses ujian berjalan dengan baik," katanya.
Selain simulasi UNBK, 1.643 siswa dari sembilan SMP juga mengikuti uji coba Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).
Uji coba itu diadakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Simulasi dan uji coba ini bertujuan agar siswa tidak mendapatkan kendala dalam mengerjakan soal nantinya.
"Seluruh siswa ini juga mengikuti belajar sore semenjak Januari 2017, membedah prediksi soal dan lainnya agar siswa memiliki nilai yang bagus," katanya.
Ia menambahkan, jumlah siswa di daerah itu yang mengikuti ujian sebanyak 8.943 orang yang berasal dari SMP sebanyak 5.425 orang dan MTs 3.518 orang.
Dari 8.943 siswa tersebut, tambahnya, sebanyak 3.772 siswa dari 42 SMP mengikuti UNBK, 1.642 siswa dari sembilan SMP mengikuti UNKP, 1.976 siswa dari 32 MTs mengikuti UNBK dan 1.542 siswa dari 26 MTs mengkuti UNBK.
Ia mengakui, SMP yang hanya melaksanakan UNBK secara mandiri 15 unit dan MTs dua uni. Sisanya menumpang ke SMK dan SMA terdekat akibat komputer di sekolah itu masih kurang.
"Kita akan membantu komputer ke sekolah setiap tahun, agar seluruh sekolah mengadakan UNBK secara mandiri," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV Bidang Pendidikan dan Kesra DPRD Agam, Irfan Amran mengimbau seluruh siswa yang akan mengikuti ujian untuk lebih giat belajar, membahas soal ujian sebelumnya dan lainnya.
Selain itu, orang tua harus mengontrol anak mereka untuk belajar dan jangan biarkan mereka keluyuran malam.
"Dengan cara itu, maka mereka memiliki nilai yang bagus," katanya. (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
