
Polresta Padang Selidiki Insiden Penganiayaan Perwira Polisi

Padang, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat, masih melakukan penyelidikan terkait insiden penganiayaan yang dialami Kepala Unit Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Pauh, Ipda Syafwal, pada Minggu (7/1) dinihari.
"Setelah mendapatkan informasi, kami melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Penyelidikan dilakukan untuk menemukan peristiwa sebenarnya," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Padang Kombes Pol Chairul Aziz, di Padang, Senin.
Dari penyelidikan itu, katanya, nanti akan ditemukan peristiwa pidana dan pemrosesannya dinaikkan ke tingkat penyidikan.
Sebelumnya, tindakan penganiayaan itu berawal ketika Ipda Syafwal memimpin proses penangkapan bersama dua anggotanya terhadap salah seorang pelaku kasus penganiayaan atas nama Danil.
Pelaku diketahui sedang berada di sebuah lokasi pesta Jalan Wak Ketok, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Padang, pada Minggu pukul 02.00 WIB.
Namun naas, ketika sampai di lokasi pesta dan hendak menangkap pelaku, ada yang meneriaki ketiganya sebagai maling.
Sorakan tersebut akhirnya memancing perhatian warga yang ramai mendatangi acara musik pesta pernikahan.
Massa yang terpancing dengan sorakan tersebut langsung mengepung ketiga polisi itu, dan melakukan pengeroyokan.
Kedua anggota yaitu Bripka Jumadi Rais, serta Brigadir Yongki Syahputra, awalnya telah menyebutkan identitasnya sebagai polisi dan mengeluarkan tembakan peringatan.
Namun tembakan peringatan itu tidak mempengaruhi aksi massa yang semakin tidak terkendali.
Sementara kedua anggotanya berhasil keluar dan langsung ke Kantor Mapolsek Pauh untuk memberitahukan kepada anggota yang lain.
Tak lama berselang personel lainnya kembali ke lokasi dan menyelamatkan Ipda Syafwal, yang diketahui mengalami luka robek dan memar pada beberapa bagian tubuh, serta beberapa gigi patah.
Saat ini Ipda Syafwal sedang dirawat di rumah sakit pascakejadian yang dialami. (*)
Pewarta: Fathul Abdi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
