Logo Header Antaranews Sumbar

Sumatera Tempat Terbaik Melihat Asteroid

Jumat, 15 Februari 2013 18:27 WIB
Image Print
Ilustrasi.

Jakarta, (Antara) - Astronom dari Yogya Astro Club Ma''rufin Sudibyo mengatakan wilayah lepas pantai barat daya Sumatera menjadi tempat terbaik untuk melihat asteroid 2012 DA14 yang akan melintas pada Sabtu (16/2) dini hari pukul 02.26 WIB. "Titik terdekat asteroid dengan Bumi terletak pada koordinat 4 Lintang Selatan dan 93,5 Bujur Timur yang secara geografis berada di Samudera Hindia lepas pantai barat daya Sumatera," kata Ma''rufin kepada Antara di Jakarta, Jumat. Hal tersebut menjadikan pulau Sumatera khususnya, kepulauan Indonesia umumnya sebagai tempat terbaik guna menyaksikan peristiwa langka dan bersejarah ini. Secara umum asteroid akan terlihat melintas sebagai bintik cahaya yang bergerak cepat layaknya satelit buatan manusia di antara rasi-rasi bintang Octans, Chamaeleon, Carina, Centaurus, Hydra, Leo, Ursa Major dan Draco dari selatan ke utara dengan kecepatan gerak mendekati 1 derajat per menit. "Untuk melihat asteroid ini tidak bisa dengan menggunakan mata telanjang harus menggunakan alat bantu, minimal binokuler," tambah dia. Indonesia mempunyai jarak terdekat untuk melihat asteroid tersebut. Titik terdekat dengan bumi itu hanya berjarak sekitar 21.000 km, di wilayah orbit satelit-satelit GPS. "Hampir di seluruh wilayah Indonesia bisa melihat asteroid itu. Tapi harus menggunakan teleskop, tidak bisa dengan mata telanjang," ujar Deputi Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan). Asteroid 2012 DA14 itu akan tampak seperti bintang redup yang melintas nisbi cepat dari arah langit Barat Daya menuju Timur Laut. Asteroid itu ditaksir berukuran sekitar 45 meter akan melintas sangat dekat dengan bumi. Asteroid tersebut kali ini tidak berdampak apapun pada bumi, termasuk tidak mengganggu kerja satelit-satelit di bumi. Tetapi dalam waktu 97 tahun lagi atau tepatnya 16 Februari 2110 diprakirakan akan menumbuk bumi. Djamal menjelaskan potensi asteroid berukuran 45 meter jika menabrak bumi, akan berdampak kira-kira mirip dengan tumbukan Tunguska pada 30 Juni 1908 yang menghancurkan hutan seluas DKI Jakarta di Siberia, yang artinya dampaknya kira-kira menghancurkan wilayah setara kota besar. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026