Logo Header Antaranews Sumbar

Manfaat Dipasangnya WRS di Bukittinggi

Selasa, 5 September 2017 17:55 WIB
Image Print
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Rahmat Triyono menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemkot Bukittinggi terkait pemanfaatan informasi dari BMKG untuk penanggulangan bencana di Bukittinggi disaksikan Wali Kota setempat M Ramlan Nurmatias, Selasa(5/9). (ANTARA SUMBAR/ Ira Febrianti)

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), mengoperasikan peralatan Warning Receiver System (WRS) di Bukittinggi, Selasa.

Peluncuran pengoperasian WRS dilaksanakan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bukittinggi ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara BMKG dengan pemerintah daerah setempat tentang pemanfaatan informasi gempa, cuaca ekstrem, iklim ekstrem, "hot spot" dan kabut asap untuk penanggulangan bencana di wilayah Bukittinggi.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Rahmat Triyono mengatakan pemasangan WRS di Bukittinggi dipandang perlu sebagai sarana menerima informasi dari BMKG khususnya gempa bumi.

Posisi Bukittinggi yang dilalui Sesar Sumatera khususnya Segmen Sianok menyebabkan daerah itu termasuk wilayah rawan gempa.

Salah satu gempa cukup besar di sesar itu yaitu pada 2007 dengan kekuatan 6,4 skala richter menyebabkan kerusakan bangunan di sepanjang Sesar Sumatera terutama wilayah Bukittinggi hingga Solok.

"Dengan 60.000 lebih korban luka, gempa 2007 ini tentu masih diingat masyarakat karena dampaknya yang cukup besar. Seharusnya memang sejak lama WRS di pasang di Bukittinggi namun sejak 2006, BMKG fokus pada wilayah rawan gempa diikuti Tsunami sehingga baru sekarang bisa dipasang," jelasnya.

Rahmat menyebutkan WRS telah dipasang sejak satu bulan lalu namun masih tahap ujicoba dan saat gempa berkekuatan 6,2 SR melanda Sumbar pada 1 September 2017, WRS sudah berfungsi baik memberikan informasi bagi BPBD Bukittinggi.

"Beroperasinya WRS di Bukittinggi kami harapkan pemkot dapat merespon cepat dan meminimalisir dampak dari bencana," ujarnya.

Wali Kota setempat, M Ramlan Nurmatias mengatakan pemasangan alat itu menjadi pengingat bahwa Bukittinggi rawan bencana gempa sehingga perlu kesiagaan mencegah dan meminimalisir dampaknya.

"Sosialisasi bagi masyarakat perlu diperbanyak lagi baik dari bangunan atau cara menyelamatkan diri ketika gempa terjadi," tambahnya.

Ia mengemukakan alat itu akan membantu Bukittinggi dalam penanggulangan bencana dan harus dipelihara sebaik-baiknya oleh BPBD setempat. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026