Logo Header Antaranews Sumbar

Soal dan Lembar Jawaban UN Gunakan Barcode

Selasa, 12 Februari 2013 19:05 WIB
Image Print
Ujian Nasional. (Antara)

Depok, (Antara) - Naskah soal dan lembar jawaban Ujian Nasional (UN) tahun 2013 menggunakan sistem barcode untuk meminimalkan terjadinya kecurangan saat ujian berlangsung, kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro. "Kualitas penyelenggaraan UN tahun ini semakin ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kecurangan sekaligus memperkuat kelemahan pelaksanaan di sekolah," katanya kepada wartawan di sela-sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Depok, Selasa. Khairil Anwar menyampaikan mulai tahun ini naskah soal UN dengan lembar jawaban tidak terpisah. Jika tahun lalu peserta didik dapat menggunakan lembar jawaban temannya karena terpisah, mulai tahun ini naskah soal dengan lembar jawaban UN (LJUN)merupakan satu kesatuan. "Naskah soal dan lembar jawaban UN menggunakan sistem barcode," kata Khairil menjelaskan, dengan menggunakan barcode, maka peserta ujian tidak dapat saling tukar kode soal seperti tahun lalu. Dia mengemukakan kalau keduanya dipisah maka peserta didik akan menjawab soal secara salah, yang tidak cocok dengan lembar jawaban UN-nya. "Bayangkan kalau keliru, LJUN A dengan soalnya B, pasti jelek sekali nilai siswa bersangkutan," katanya. Oleh karena itu, dalam sosialisasi pihaknya menekankan agar jangan sampai lembar jawaban ujian tertukar. Jika lembar jawaban rusak agar minta diganti, katanya. Demikian sebaliknya, kalau naskah soal rusak jangan hanya minta diganti naskah soal, harus meminta ganti naskah soal beserta LJUN. "Karena merupakan satu paket dan ada kode yang saat dipindai (scan) akan ketahuan lembar LJUN mengacu soal yang mana," katanya. Hal senada disampaikan Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria. Dengan barcode, kata dia, peserta didik tidak perlu lagi menulis kode soal. "Kode soal tidak akan sama dengan yang lain karena berdasarkan barcode," katanya. Khairil menambahkan, persiapan UN saat ini sampai pada merakit soal dan diharapkan cepat selesai. Adapun jumlah soal sebanyak 20 paket untuk setiap ruang ujian berisi 20 peserta. Meski demikian, kata dia, jumlah variasi paket soal tiap provinsi sebanyak 30 buah. "Soal untuk kelas A dan kelas B bisa berbeda karena dibuat 30 paket soal, tetapi dalam ruangan tetap 20 soal," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026