
Pesisir Sumut Berpotensi Terima Banjir Kiriman

Medan, (Antara) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Polonia Medan memprakirakan daerah pesisir pantai timur Provinsi Sumatera Utara berpotensi menerima banjir kiriman akibat tingginya curah hujan di pegunungan. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Medan Mega Sirait, Selasa, mengatakan, daerah pesisir yang berpotensi menerima banjir kiriman itu adalah Kabupaten Deli Serdang, Serdang bedagai, Asahan, Labuhan Batu, dan Kota Medan. Potensi genangan air karena banjir kiriman tersebut semakin berpeluang terjadi untuk pemukiman warga di bantaran sungai. Secara umum, kata Mega, Sumut memang mulai memasuki musim kemarau pada bulan Februari sehingga menimbulkan suhu yang cukup panas pada siang hari. Namun terdapat gangguan cuaca berupa tekanan di pantai barat Pulau Sumatera yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga massa udara terbawa. Massa udara tersebut menyebabkan banyak uap air yang berpotensi menjadi hujan di wilayah pegunungan dan perbukitan seperti di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utaram Langkat, Dairi, Karo, dan Toba Samosir. Air hujan di pegunungan berpotensi menjadi banjir kiriman ke daerah pesisir timur Sumut yang berada d bagian rendah. Selain banjir kiriman, tingginya peluang curah hujan itu juga berpotensi menimbulkan kerawanan longsor di daerah pegunungan tersebut. Gangguan tersebut juga mempengaruhi suhu dan cuaca di Kota Medan yang biasanya akan berlangsung panas pada siang hari disebabkan telah memasuki musim kemarau. Sedangkan pada sore hari, gangguan cuaca itu mempercepat pembentukan awan konvektif atau awan pembawa hujan. "Peluang hujan di Medan masih kuat," katanya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
