
LPHN Diharapkan Berinovasi Kelola Hutan Nagari

"Tahun ini, kami akan alokasikan dana untuk melakukan pembinaan tetapi setelah itu harus ada kegiatan. LPHN diharapkan berinovasi dalam mengelolanya sehingga bermanfaat bagi orang banyak serta kelestariannya tetap terjaga," kata Wali Nagari Pulakek Koto Baru, Marzinatal di Padang Aro, Selasa.
Ia mengatakan, kalau hanya untuk pembinaan peruntukan dana desa diperbolehkan oleh aturan.
Tetapi, sebutnya, tentu setelah itu LPHN harus memiliki program dan penerapannya di lapangan sehingga pembinaan tidak sia-sia.
Sementara itu Ketua LPHN Pulakek Koto Baru Fahmi Reja mengatakan semenjak keberadaan hutan Nagari perambahan hutan sudah jauh berkurang.
"Kami sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang melakukan perambahan dan sekarang sudah tidak ada lagi," ujarnya.
LPHN Pulakek Koto Baru kata dia, mengelola 4.265 hutan Nagari yang terdiri dari Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas.
Untuk kawasan HPT, katanya cukup luas yaitu 2.010 hektare dan sekitar 1.500 hektare merupakan kebun karet masyarakat.
Sedangkan sisanya, baru kawasan hutan lindung yang masih kawasan rimba.
Sementara itu Camat Sungai Pagu, Yuli Sastra John mengungkapkan di Sungai Siriah yang merupakan bagian Hutan Nagari masih ada kayu yang keluar karena memang ada investornya.
Dengan keberadaan Hutan Nagari diharapkan kedepannya penebangan liar bisa dicegah sehingga hutan tetap terjaga.
Bagian PLTMH KKI Warsi Kasra Nofri mengatakan masyarakat sekitar bisa memanfaatkan Hutan Nagari sebagai sumber perekonomian tetapi bukan kayu.
"Banyak potensi hutan yang bisa dimanfaatkan seperti rotan, madu yang bisa dipasarkan guna peningkatan perekonomian warga sekitar," katanya. (*)
Pewarta: Erik Ifansyah Akbar
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
