Logo Header Antaranews Sumbar

Misbakhun Dorong Lpei Fokus Pada Pembiayaan Ekspor

Rabu, 1 Februari 2017 12:14 WIB
Image Print
Muhammad Misbakhun. (Antara)

Jakarta, (Antara Sumbar) - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) fokus pada tugas pokok dan fungsinya dan jangan sampai kinerjanya terganggu karena mendapat turut mengurus Kredit Usaha Rakyat.

"KUR saat ini sudah menjadi porsi bank-bank Pemerintah maupun swasta," kata Mukhammad Misbakhun, di Jakarta, Rabu.

Menurut Misbakhun, kalau LPEI sebagai lembaga pembiayaan untuk ekspor, kalau mendapat tugas turut mengurusi KUR agar sangat berhati-hati.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, LPEI sebagai lembaga pembiayaan memang lebih fleksibel dibandingkan perbankan, karena keberadaan lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang LPEI itu tidak terikat aturan perbankan yang kaku.

Mencermati kondisi tersebut, Misbakhun mendorong agar LPEI memperkuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor.

Menurut dia, UMKM berorientasi ekspor dapat menjadi andalan untuk menghasilkan devisa sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

"LPEI harus lebih banyak membiayai UMKM yang berorientasi ekspor dari pada KUR, sehingga menjadi kuat dan menjadi andalan penghasil devisa negara," katanya.

Dia menambahkan, UMKM berorientasi ekspor jika kuat akan menciptakan lapangan pekerjaan serta menumbuhkan ekonomi regional.

Menyikapi rencana Pemerintah yang ingin memberikan penyertaan modal negara (PMN) Rp2 triliun, menurut Misbakhun, jumlah tersebut masih kecil kalau sasarannya untuk pembukaan pasar baru yang potensial dalam jangka panjang.

"Investasi Pemerintah harus signifikan karena hasilnya akan sepadan dari sisi devisa. Jangan sampai LPEI mendorong ekspor, tapi tidak menjadi leading," katanya.

Sebelumnya, Misbakhun juga menyampaikan usulan yang sama pada rapat dengar pendapat antara Komisi XI DPR RI dengan Direksi LPEI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (31/1). (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026