
Ekspor Sumbar Capai 360,2 Juta Dolar AS
Senin, 19 Desember 2016 16:26 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Bank Indonesia perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat ekspor provinsi itu pada triwulan III-2016 mencapai 360 juta dolar Amerika Serikat yang didominasi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit.
"Membaiknya harga komoditas, terutama CPO mempengaruhi perbaikan kinerja ekspor, peningkatannya tercermin dari volume ekspor non migas yang mencapai 768,2 ribu ton pada triwulan III-2016," kata Kepala BI perwakilan Sumbar Puji Atmoko di Padang, Senin.
Ia menyampaikan hal itu dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sumatera Barat triwulan III 2016.
Menurut dia dari sisi pertumbuhan, kontraksi volume ekspor CPO membaik dari minus 33,9 persen pada triwulan II-2016 menjadi minus 15,3 persen pada triwulan III.
Selain itu indikator lain yang mencerminkan perbaikan ekspor terlihat dari meningkatnya aktivitas dan pertumbuhan volume ekspor di Pelabuhan Teluk Bayur, katanya.
Akan tetapi meskipun harga komoditas mulai meningkat, peningkatan permintaan ekspor dari negara mitra dagang masih terbatas seiring belum solidnya perbaikan ekonomi negara-negara tersebut.
Kondisi ini tercermin dari skala likert permintaan ekspor pada triwulan III-2016 yang mencapai minus 0,86, turun signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,50, kata dia.
Di sisi lain aktivitas perdagangan antar-daerah melambat pada triwulan III-2016 disebabkan masih tertahannya permintaan domestik.
Berdasarkan hasil pantauan, perlambatan ekspor antar-daerah disebabkan oleh masih lemahnya daya beli domestik serta kesulitan pelaku usaha mendapatkan bahan baku akibat adanya alih fungsi lahan dan gangguan cuaca di sejumlah sentra produksi, ujar dia.
Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat ekspor provinsi itu pada November 2016 mencapai 164,2 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 10,78 persen dibandingkan Oktober 2016 yang mencapai 148,2 juta dolar AS.
"Golongan barang paling banyak diekspor pada November 2016 masih lemak dan minyak hewan senilai 117,4 juta dolar AS, karet dan barang dari karet sebesar 27,8 juta dolar AS, dan bahan-bahan nabati 5,6 juta dolar AS," kata Kepala BPS Sumbar Dody Herlando.
Menurut dia penurunan ekspor nonmigas November 2016 jika dibandingkan Oktober 2016 terjadi pada beberapa negara tujuan yaitu India naik 56,73 persen dan Singapura 7,03 persen.
Sementara itu ekspor ke beberapa negara lain mengalami penurunan, diantaranya Amerika Serikat turun 51,26 persen dan Tiongkok 12,95 persen dan Belanda 25,26 persen, kata dia.
Sedangkan negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada November 2016 adalah ke India sebesar 72,6 juta dolar AS, Singapura 15,8 juta dolar AS, dan Amerika Serikat 15,8 juta dolar AS.
Ia menyampaikan sejak Januari hingga November 2016 ekspor ke India memberikan peranan sebesar 38,52 persen terhadap total ekspor Sumbar, Amerika Serikat 19,24 persen dan Singapura 11,54 persen. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
