Logo Header Antaranews Sumbar

Ditemukan Mie Instan Tanpa Label Halal di Payakumbuh

Kamis, 24 November 2016 19:29 WIB
Image Print

Payakumbuh, (Antara Sumbar) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), menyurati Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat terkait beredarnya mie instan tidak berlabel halal di daerah itu.

Kepala Kemenag Payakumbuh Asra Faber melalui Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Binmas) Darius di Payakumbuh, Kamis mengatakan mie merk Samyang yang diproduksi Samyang Crop Kangwon-Do Korea beredar di minimarket dan swalayan di kota itu.

"Pada kemasan produk tersebut tidak dicantumkan label halal yang dikeluarkan MUI," sebutnya

Demi masyarakat yang mayoritas muslim, pihaknya meminta MUI agar menindaklanjuti laporan tersebut, sebab MUI yang memiliki wewenang megeluarkan label Halal untuk sebuah produk.

Pihaknya juga telah melakukan pengecekan lewat internet melalui halaman Facebook "Halal Korea dan Halal Corner Indonesia" di sana didapatkan bahwa prodak tersebut tidak halal dikonsumsi oleh umat Islam.

Pihak Kemenag mengimbau semua warga setempat untuk lebih berhati-hati dan waspada dalam memilih makanan, terutama yang diproduksi di luar negeri yang banyak beredar di daerah itu akhir akhir ini.

Ia menambahkan selain memastikan kehalalannya, juga menghindari produk yang membahayakan kesehatan.

Salah seorang masyarakat setempat Uzi menemukan Mie Merk Samyang tidak memiliki label halal seperti kebanyakan makanan kemasan yang biasanya beredar di pasaran.

Ia mengatakan mie instant rasa ayam tersebut dijual pada salah satu mini market yang ada di Payakumbuh dengan harga Rp30 ribu.

Menurutnya, jika tidak cepat diambil kebijakan maka produk tersebut akan banyak dikomsumsi oleh masyarakat setempat, apalagi kebiasaan warga setempat sangat menyukai makanan yang baru beredar di kota itu.

Ia berharap MUI segera memberikan penjelasan dari kajian yang mereka lakukan sehingganya produk tersebut boleh dikomsumsi umat islam atau tidak. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026