
Pesisir Selatan Eliminasi 2.436 Ekor Anjing Liar
Jumat, 14 Oktober 2016 20:03 WIB

Painan, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), mengeliminasi 2.436 ekor anjing liar sepanjang 2016 guna menghindari penyebaran virus rabies dari hewan ke manusia.
"Karena tidak pernah di vaksinasi anjing liar tersebut beresiko menularkan virus rabies, maka dari itu kami gencar melakukan peracunan atau eliminasi," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Yusmal di Painan, Jumat.
Ia menerangkan hingga saat ini terdapat 16 ribu ekor anjing liar di kabupaten tersebut dan didominasi oleh anjing betina sebanyak 14 ribu sehingga pengendalian populasinya cukup sulit.
Mengantisipasi hal itu sepanjang 2016 pihaknya telah menyiapkan umpan racun bagi 3.500 ekor anjing liar dan setelah digunakan umpan tersebut berhasil mengeliminasi 2.436 ekor anjing liar.
"Target kami hingga akhir tahun anjing liar sebanyak 3.500 tereliminasi ," katanya.
Dari data yang dihimpun sepanjang 2016 hingga sekarang terjadi 44 kasus gigitan anjing liar, empat kasus diantaranya positif rabies.
"Berbagai upaya terus kami lakukan selain vaksinasi bagi anjing peliharaan dan eliminasi bagi anjing liar, kami terus memberikan sosialisasi terkait langkah yang harus ditempuh apabila ada anggota masyarakat yang digigit anjing," ungkapnya.
Menurutnya dibanding 2015 terjadi lebih sedikit kasus gigitan anjing sebanyak 68 kasus dan tiga diantaranya dinyatakan positif rabies.
"Berkat tindakan cepat korban gigitan anjing yang dinyatakan rabies tersebut berhasil diselamatkan," ucapnya.
Ia berpesan kepada masyarakat untuk terus mewaspadai ancaman rabies yang ditularkan oleh anjing liar dan juga apabila menjadi korban segera menghubungi pusat kesehatan terdekat untuk penanganan medis secepatnya. (*)
Pewarta: Didi Someldi Putra
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
