Logo Header Antaranews Sumbar

BPS: NTP Solok Selatan Surplus Sepanjang 2015

Jumat, 7 Oktober 2016 16:46 WIB
Image Print
BPS. (Antara)

Padang Aro, (Antara Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) di daerah itu sepanjang 2015 sebesar 106,60 persen atau mengalami surplus.

"Rata-rata NTP sepanjang 2015 adalah sebesar 106,60 persen Artinya petani mengalami surplus dimana nilai yang diterima petani dalam hal ini jumlah produksi dan harga jual lebih tinggi dari nilai yang dibayar atau biaya yang dikeluarkan untuk produksi dan konsumsi," kata Kepala BPS Solok Selatan Mukhdam, di Padang Aro, Jumat.

Dia mengatakan, indeks yang diterima petani sebesar 107,70 persen lebih besar dibanding indeks yang dibayar petani sebesar 101,03 persen.

Oleh karena itu katanya, dapat dikatakan petani Solok Selatan pada 2015 mengalami surplus.
NTP Kabupaten Solok Selatan kata dia, yang terbesar terjadi pada Juni 2015 dibandingkan bulan lainnya yaitu sebesar 112,68 persen.

Artinya pada Juni 2015 katanya, tingkat kesejahteraan petani mengalami peningkatan paling tinggi dan ini didorong oleh naiknya harga jual petani sehingga mendorong tingginya indeks yang diterima petani.

Sedangkan NTP terendah selama tahun 2015 kata dia, ada pada bulan November sebesar 102, 32 dan masih mengalami surplus tetapi tidak lebih tinggi dibanding bulan lainnya di tahun yang sama.

Hal ini katanya, disebabkan pengaruh musim hujan sehingga produksi sayuran dan buah-buahan meningkat sehingga mendorong turunnya harga jual dan berkonsekuensi turunnya penerimaan petani.

Dia menyebutkan, Subsektor peternakan merupakan penyumbang NTP tertinggi di Solok Selatan Hal ini karena harga jual hasil ternak yang lumayan tinggi.

Subsektor peternakan cenderung mengalami peningkatan yang stabil setiap bulannya dan NTP terbesar terjadi pada November sebesar 118,23 persen sedangkan terendah pada Januari sebesar 102,22 persen.

"Subsektor tanaman pangan merupakan penyumbang NTP terendah dengan rata-rata selama 2015 sebesar 105,73 persen," katanya.

Menurut dia, Pembangunan pertanian tujuannya bukan hanya peningkatan produksi pertanian saja tetapi juga peningkatan pendapatan petani atau peningkatan kesejahteraan petani.

Untuk itu imbuhnya, strategi untuk memperkuat pemberdayaan petani perlu dilakukan dengan
menciptakan kemandirian petani dalam menyediakan sarana produksi pertanian.

Supaya NTP meningkat lagi kata dia, maka pemerintah harus bisa mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dari pabrik dengan cara meningkatkan kemandirian petani supaya bisa
memproduksi pupuk organik sendiri karena bahannya ada di sekitar petani.

Selain itu katanya, menjamin harga produksi pertanian pada saat panen tetap terjaga dengan memperbaiki tata niaga komoditas pertanian.

Sementara itu pemerintah terus memperluas lahan pertanian dengan cara cetak sawah baru serta memberikan bibit secara gratis kepada petani.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Solok Selatan Del Irwan mengatakan, pemerintah setempat bekerja sama dengan TNI telah menuntaskan proses cetak sawah baru seluas 117,14 hektare pada 2016.

Selain itu katanya, pemerintah setempat juga telah membagikan sebanyak 43,5 ton bibit jagung hibrida untuk luas tanam 2.900 hektare. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026