
Budayawan: Sumbar Butuh Dinas Kebudayaan
Senin, 3 Oktober 2016 18:16 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Sejumlah budayawan asal Sumatera Barat (Sumbar), menilai bahwa provinsi itu membutuhkan Dinas Kebudayaan yang saat ini sedang dibahas rancangan peraturan daerahnya oleh DPRD setempat.
"Kebudayaan merupakan jiwa dari suatu daerah, karena saat ini masyarakat minangkabau sudah terlena dan bergelut dengan peradaban modern," kata budayawan Syofwan Karim di Padang, Senin.
Ia menambahkan pihaknya mendukung jika DPRD Sumbar dapat mengesahkan Dinas Kebudayaan menjadi satu institusi sendiri, karena selama ini belum ada lembaga khusus yang memperhatikan masalah kebudayaan.
Urusan kebudayaan, menurutnya, dalam sistem pemerintahan merupakan urusan wajib, namun belum ada perhatian khusus dari pemerintah untuk hal tersebut.
"Selama ini hanya digabung dengan urusan lainnya, seperti dengan Dinas Pendidikan, sehingga program-program kebudayaan itu sendiri tidak berjalan dengan baik khususnya di Sumbar," ujar Syofyan yang juga merupakan Wakil Ketua Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau tersebut.
Kemudian, ia mengemukakan bahwa pada zaman sekarang teknologi sudah menguasai kebudayaan Minangkabau, untuk itu dengan adanya Dinas Kebudayaan nantinya dapat membangkitkan kembali nilai luhur dari kebudayaan Minangkabau.
Budayawan lainnya, Yulizal Yunus mengatakan hal senada yakni Dinas Kebudayaan sangat dibutuhkan dan akan menjadi sangat mungkin dilaksanakannya karena ada peluang.
Selama ini, budayawan sangat resah dengan semakin ditinggalkannya budaya oleh masyarakat khususnya anak muda.
"Kejahatan sekarang sudah meraja lela, dan itu sangat erat kaitannya dengan budaya Minangkabau, karena budaya Minangkabau sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan berpedoman pada Al Quran," lanjutnya.
Ia juga berharap nantinya DPRD Sumbar dapat menyetujui adanya Dinas Kebudayaan itu, agar nilai-nilai luhur budaya Minangkabau dapat bangkit kembali dan meningkatkan pembangunan Sumbar. (*)
Pewarta: Novia Harlina
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
