Logo Header Antaranews Sumbar

Sumbar Sepakati Program Bebas Banjir Bandang

Kamis, 15 September 2016 21:52 WIB
Image Print
Warga berada di depan mushala yang terendam banjir, di kawasan Simpang Kalumpang, Padang, Sumatera Barat, Jumat (17/6) dini hari. Banjir yang terjadi sejak Kamis (16/6/2016) malam itu melumpuhkan aktivitas di kota Padang karena pemukiman dan ruas jalan terendam banjir hingga mencapai 1,5 meter. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc/16)

Padang, (Antara Sumbar) - Gubernur bersama bupati dan wali kota di Sumatera Barat (Sumbar), sepakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya bencana banjir bandang di daerah itu dengan menandatangani kesepahaman (MoU) di Padang.

"Dengan ditandatanganinya MoU tentang mitigasi bencana banjir dan pencegahan bencana banjir bandang di Sumbar ini, maka kami secara bersama-sama bisa melakukan program pencegahan dini terhadap potensi bencana itu," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar, Rumainur di Padang, Kamis.

Ia menambahkan, program itu bisa memberikan rasa aman pada masyarakat, terutama pada daerah rawan banjir.

Menurutnya program pencegahan banjir bandang itu dilakukan dengan cara rutin membersihkan kantong-kantong air di hulu sungai yang berpotensi menjadi penyebab utama terjadinya banjir bandang.

"Minimal satu kali atau kalau bisa dua kali setahun kita bersihkan secara bersama-sama," sebutnya.

Pembersihan itu, lanjutnya dilakukan menggunakan sumber daya yang ada di daerah, provinsi dan bantuan dari BNPB.

"Kami juga harus bekerjasama dengan TNI, Polri dan organisasi kemasyarakatan lain untuk mewujudkan ini," katanya.

Rumainur menjelaskan, banjir di Sumbar dapat dibagi dua jenis yaitu banjir luapan dan banjir bandang.

"Yang berbahaya dan sering mengakibatkan korban jiwa maupun harta benda adalah banjir bandang. Karena itu, kami fokus untuk antisipasi banjir jenis itu," ujarnya.

Banjir bandang itu, menurutnya disebabkan banyaknya kantong-kantong air di hulu sungai yang jebol saat intensitas hujan tinggi dan lama.

"Akumulasi dari volume air yang tersimpan dalam kantung-kantung air itulah yang menjadi banjir bandang dan sangat membahayakan masyarakat, terutama yang berdomisili di bantaran sungai. Antisipasinya, dengan membersihkan hulu sungai secara periodik," sebutnya.

Sejumlah daerah di Sumbar, hampir setiap tahun terimbas banjir baik banjir luapan maupun banjir bandang.

Perlu adanya tindakan nyata dari pemerintah untuk bisa mengantisipasi bencana tersebut agar tidak terus berulang. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026