
Pemkot Pariaman Gelar "Pesta Hoyak Tabuik"
Kamis, 15 September 2016 20:39 WIB

Pariaman, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat menggelar "Pesta Hoyak Tabuik Piaman" pada 2 Oktober 2016.
Wakil Wali Kota setempat Genius Umar di Pariaman, Kamis, mengatakan, pesta "Hoyak Tabuik Piaman" merupakan agenda pariwisata yang secara rutin terus digelar oleh pemerintah bersama masyarakat setempat.
"Dinas terkait sudah menyusun beberapa konsep terkait kegiatan, rencananya kegiatan tersebut dimulai sejak 2 hingga 16 oktober dan puncaknya pada 10 Muharram," katanya.
Penyelenggaraan "Pesta Hoyak Tabuik Piaman" diadakan di beberapa titik seperti Rumah Tabuik Subarang, Rumah Tabuik Pasa, Lapangan Merdeka dan puncak kegiatan dipusatkan di Pantai Gandoriah Pariaman.
Adapun acara yang akan diadakan mulai 2 Oktober atau 1 Muharram 1438 Hijriyah, yakni diawali dengan pawai 1 Muharram. Pawai akan dimulai dari halaman Balaikota Pariaman kemudian dilanjutkan dengan prosesi Maambiak Tanah yang bertempat di Pauh Galombang.
Selama 15 hari tersebut juga akan berlangsung berbagai ritual Tabuik dengan puncaknya Tabuik dibuang ke laut bebas di Pantai Gandoriah Pariaman.
Ritual tabuik dimulai dari Maambiak Tanah, kemudian dilanjutkan dengan Manabang Batang Pisang pada Kamis (6/10), Maradai pada Jumat (7/10), ritual Maatam dan Maarak Jari-Jari pada Sabtu (8/10).
Maarak Sorban Minggu (9/10) dan terakhir ritual tabuik Naiak Pangkek Minggu (16/10).
Sementara itu, Nasrun Jon, seorang Tuo Tabuik Subarang mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut harus memperhatikan beberapa hal agar tidak terjadi kesimpangsiuran.
Pada penyelenggaraan Pesta Hoyak Tabuik 2015, Nasrun Jon menilai terjadi kesalahpahaman dengan pihak keamanan lalu lintas sehingga masyarakat enggan menyaksikan kegiatan tahunan tersebut.
"Tahun kemarin banyak sekali polisi yang menutup akses jalan raya menuju pusat penyelenggaraan pesta tabuik sehingga masyarakat yang ingin menyaksikan batal melihatnya," katanya.
Ia mengatakan, penyelenggaraan "Pesta Hoyak Tabuik" merupakan budaya masyarakat untuk memanggil para perantau pulang ke kampung halaman.
Penyelenggaraan "Pesta Hoyak Tabuik" diketahui telah ada sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia khususnya di tanah Sumatera Barat. (*)
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
