
BMKG: La Nina Tidak Terlalu Pengaruhi Sumbar
Senin, 15 Agustus 2016 16:50 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Iklim Sicincin, Sumatera Barat (Sumbar), mengatakan fenomena La Nina tidak terlalu berpengaruh terhadap curah hujan di provinsi ini.
"La Nina itu terjadi di Samudera Pasifik, sedangkan kita berada di Samudera India. Dengan jarak yang cukup jauh tersebut, maka pengaruhnya bisa dibilang sangat kecil," kata Staf Penata Muda BMKG Sicincin Hikmat Kurniawan saat dihubungi dari Padang, Senin.
Pada dasarnya, kata dia, untuk Samudera Hindia sendiri sangat dipengaruhi oleh fenomena Dipole Mode yaitu suatu fenomena dimana terjadinya penyimpangan (anomali) suhu permukaan air laut yang berlawanan di Samudera Hindia tropis di bagian barat.
Ketika Dipole Mode negatif, tambahnya, maka akan menyebabkan curah hujan di Sumbar akan tinggi dan begitu sebaliknya.
"Yang mempengaruhi curah hujan tidak hanya La nina dan Dipole Mode saja, namun juga ada suhu muka laut, angin muson dan juga Pegunungan Bukit Barisan yang dapat menyebabkan curah hujan berbeda antara barat dan timur Sumbar," ujar Hikmat.
Ia menyebutkan pengaruh La Nina bisa terjadi ketika La Nina tersebut sangat kuat dan Dipole Mode di Samudera Hindia ketika itu dalam keadaan negatif, maka curah hujan akan tinggi.
Selain itu, Hikmat mengatakan untuk wilayah Sumbar sendiri, curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir juga disebabkan oleh pertukaran musim, dari musin kering ke musin basah.
Sementara Kepala BPBD Sumbar Zulfiatno terus mengingatkan warga untuk terus waspada terhadap cuaca ekstrem, baik itu angin kencang maupun hujan.
"Walaupun intensitas hujan tidak begitu tinggi di sebagian besar daerah Sumbar, namun warga tetap waspada terhadap bahaya longsor di beberapa titik rawan," ujarnya.
Apalagi jika bepergian keluar kota saat hujan deras dan melewati bukit atau tebing ada reruntuhan tanah walaupun kecil sebaiknya kembali saja karena itu ada potensi longsor. (*)
Pewarta: Novia Harlina
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
