
Pemkot Survei Lokasi Betonisasi Daerah Rawan Banjir
Senin, 8 Agustus 2016 20:17 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Padang terus melakukan survei lokasi untuk betonisasi dan renovasi jalan serta drainase di beberapa daerah rawan banjir.
"Hari ini giliran daerah Gunung Pangilun setelah meninjau di Aia Pacah dan Lubuk Begalung," kata Wakil Wali Kota Padang Emzalmi di Padang, Senin.
Sama seperti di daerah sebelumnya, kata dia, di Gunung Pangilun juga memiliki indikator kerawanan banjir seperti mudah tergenang air dan drainase yang tidak memadai.
Selain itu, di daerah tersebut juga dekat dengan sungai yang dinilai mudah meluap dengan intensitas hujan yang tinggi saat ini.
Hal yang utama akan dilakukan di daerah tersebut pelebaran drainase dan juga penataan jalan yang tepat.
"Berdasarkan tata ruang kota, pembangunan ini akan dimulai dari kampus Poltek Kesehatan terus hingga tembus ke rumah penduduk," katanya.
Dalam survei ini, kata dia, telah dilakukan konsolidasi dengan pihak Poltekes karena adanya lahan pemerintah yang terpakai.
"Sejauh ini jawaban dari Poltekes positif dan mau memundurkan pagarnya demi kepentingan bersama," imbuhnya.
Bila proses ini berjalan lancar hingga keluar surat pelepasan tanah dari Poltekes, proses selanjutnya pengukuran oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Pertanahan.
Nantinya melalui Dinas Tata Ruang dan Bangunan bersama PU akan mulai melebarkan drainase sekaligus jalan yang juga melewati SDN 17 Gunung Pangilun.
"Diharapkan proses ini tuntas secepatnya dan pemkot bisa menyelesaikan salah satu program prioritas tersebut," ucapnya.
Sementara itu, salah satu warga Padang yang tinggal tidak jauh dari lokasi saat dihubungi Fachrul Reza berharap proses tersebut segera terealisasi.
Menurut dia, dari waktu ke waktu daerah di sekitar Siteba, Lapai, dan Gunung Pangilun terjadi pertambahan penduduk yang signifikan, baik itu yang menetap tinggal maupun sementara, sehingga keamanan dan kenyamanan tentunya dibutuhkan.
Namun, lanjut dia, akibat banjir yang sering terjadi menjadikan kekhawatiran masyarakat untuk tinggal. (*)
Pewarta: M R Denya Utama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
