Asosiasi Homestay Sawahlunto Rancang Paket Wisata Budaya

id Hj Kamsri Benti

Hj Kamsri Benti. (Antara)

Sawahlunto, (Antara Sumbar) - Asosiasi Homestay Kota Sawahlunto Sumatera Barat (Sumbar) merancang paket penginapan berbasis wisata budaya sebagai upaya meningkatkan jumlah tamu yang menginap di kota itu.

"Hal itu guna menyikapi kondisi pendapatan usaha anggota asosiasi yang menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir," kata Ketua Asosiasi Homestay Sawahlunto Hj Kamsri Benti di Sawahlunto, Selasa.

Hingga pertengahan 2016, jelasnya, pihaknya mencatat transaksi pada masing-masing homestay binaan asosiasi tersebut nyaris belum ada seiring menurunnya tingkat kunjungan pelancong ke kota itu.

Kondisi tersebut, mengharuskan pihaknya segera mencari terobosan baru guna meningkatkan daya saing usaha mereka yang sudah dirintis dengan susah payah selama bertahun-tahun dalam mendukung visi kota itu sebagai kota wisata tambang yang berbudaya.

Dalam paket yang diberi label "Two Day One Night Sawahlunto Heritage And Culture Tour" tersebut, pihaknya berencana menggandeng pelaku usaha agen perjalanan dengan tarif berkisar dari Rp499.000 hingga Rp925.000 per paket wisata.

Perbedaan harga tersebut, tergantung pada jumlah peserta untuk satu kali perjalanan yang dipesan masing-masing pelancong.

"Harga tertinggi tersebut diberikan kepada pemesanan paket untuk dua hingga tiga orang peserta," ujarnya.

Sementara untuk fasilitas yang diperoleh untuk setiap paket perjalanan akan diberlakukan sama, dimulai dari fasilitas penjemputan ke Bandara International Minangkabau (BIM) bagi pelancong yang datang dari luar daerah dengan menggunakan pesawat terbang.

Setiba di Kota Sawahlunto, lanjutnya, pelancong akan diajak mengunjungi objek wisata Lubang Mbah Soero dan Museum Goedang Ransum serta ke pusat souvenir berbahan batubara dan pusat penjualan tenun songket Silungkang.

"Khusus untuk kunjungan ke tempat-tempat penjualan souvenir, pelancong tak hanya sekedar berbelanja tapi juga akan diberikan kursus kilat pembuatan souvenir tersebut serta bagaimana cara menenun songket," imbuhnya.

Selain itu, pelancong juga akan diajak mengunjungi objek wisata pemandangan lengkap dengan pertunjukan seni tradisi dan budaya, bagi yang berminat juga akan diajarkan untuk mempelajarinya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan wisata tersebut, tambahnya, pelancong akan dibawa untuk mengunjungi Taman Satwa Kandi dan dilanjutkan dengan kunjungan ke kawasan Istana Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar.

"Setelah itu pelancong akan diantar kembali menuju bandara atau kembali ke tempat masing-masing bagi yang memiliki kendaraan sendiri," kata dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada Juni 2016 mencapai 2.104 orang atau turun 56,65 persen dibanding Mei 2016 yang mencapai 4.854 orang.

"Kunjungan wisatawan asing pada Juni 2016 memberikan kontribusi sebesar 0,26 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 815.061 orang," kata Kepala BPS Sumbar Dody Herlando di Padang, Senin (1/8). (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar