Logo Header Antaranews Sumbar

Jumlah Etape TdS 2016 Berkurang

Selasa, 12 Juli 2016 15:27 WIB
Image Print
Ilustrasi - Para pebalap sepeda beradu kecepatan saat Tour De Singkarak 2015 di Padang, Sumatera Barat, Minggu (4/10/2015). Etape Kedua Tour De Singkarak 2015 yang diikuti 131 pebalap tersebut menempuh jarak 140 kilometer dari Padang Pariaman menuju Danau Singkarak. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Padang, (Antara Sumbar) - Jumlah etape balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) tahun 2016 yang dijadwalkan digelar pada 6-14 Agustus 2016 berkurang dari sebelumnya sembilan etape, kini cuma delapan.

"Tahun ini diusulkan sebanyak sembilan etape, namun setelah dilakukan survei hanya delapan etape yang layak digunakan untuk iven tersebut," kata Rest Controller Tour de Singkarak 2016 Datuk Zulhami Saan di Padang, Selasa.

Ia mengatakan pada tahun ini TdS diikuti oleh 25 tim yang terbagi atas 19 tim dari luar negeri dan enam tim dari tim lokal.

"Hingga saat ini sudah ada 45 tim dari lokal maupun internasional yang mendaftar namun kami hanya bisa mengikutkan 25 tim saja," ujar dia.

Ia menyebutkan untuk tim dari luar negeri berasal dari benua Asia, Australia dan Benua Afrika. Seperti Laos, Malaysia,Singapura, Switzerland, Taiwan, Korea, Jepang Australia, Iran Uni Emirat Arab, Philipina, China dan Kenya.

Untuk pembukaan akan dimulai pada 6 Agustus 2016 di Kabupaten Solok menuju Kota Payakumbuh, etape kedua di Limapuluh kota hingga Tanah Datar. Etape ketiga mulai dari Pasaman hingga Pasaman Barat.

Untuk etape keempat dimulai di Padangpanjang menuju Kabupaten Agam. Etape kelima dimulai dari Pesisir Selatan hingga Kota Pariaman, etape keenam dimulai dari Padangpariaman hingga Sawahlunto.

Kemudia, etape ketujuh dimulai dari Sijunjunh menuju Dharmasraya dan pada 13 Agustus 2016 merupakan hari istirahat bertanding.

"Etape delapan merupakan etape terakhir pada Minggu 14 Agustus dimulai dari Bukittinggi menuju Kota Padang," tambahnya.

Perwakilan Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman (Prasjaltarkim) Sumbar Risna Wijaya mengakui bahwa kondisi jalan ke Kabupaten Solok Selatan dalam kondisi parah akibat banjir bandang pada bulan Maret sehingga merusak infrastruktur jalan.

"Hingga saat ini dana perbaikan belum ada sehingga kami telah surati gubernur agar pelaksanaan di kabupaten tersebut tidak diikutkan pada tahun ini," katanya menyebutkan. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026