
BPS: Pertumbuhan IPM Padang Sangat Tinggi
Kamis, 16 Juni 2016 15:50 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Pusat Statistik Sumatera Barat menyampaikan bahwa pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Padang pada 2015 berada pada angka 80,36 atau masuk kategori sangat tinggi.
"Pada 2014 IPM Padang 79,83, tahun 2015 naik menjadi 80,36, dan dari semua kabupaten dan kota di Sumbar satu-satunya yang masuk kategori sangat tinggi hanya Padang," kata Kepala BPS Sumbar Dody Herlando, di Padang, Kamis.
Ia menjelaskan IPM adalah indikator untuk mengukur keberhasilan pemerintah dalam membangun kualitas hidup masyarakat.
"IPM menggambarkan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan lainnya," ujar dia.
Menurutnya, IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahua, dan standar hidup layak.
Padang angka IPM bisa tinggi karena menjadi pusat ekonomi dan pendidikan serta akses layanan kesehatan yang terjangkau, kata dia.
Namun dia mengingatkan kepala daerah jangan terlena karena yang lebih penting adalah bagaimana meningkatkan pertumbuhan IPM dari tahun ke tahun atau kecepatan perubahan antartahun.
Dody menyebutkan angka harapan hidup di Padang sudah mencapai 73,19 tahun, angka lama sekolah 15,60 tahun, rata-rata lama sekolah 10,97 tahun serta pengeluaran per kapita Rp13.522.000 per tahun.
Ia menambahkan capaian pembangunan manusia di suatu wilayah dikelompokkan dalam empat kategori, yaitu sangat tinggi dengan angka di atas 80, kategori tinggi 70 sampai 80, kategori sedang 60 sampai 70, dan kelompok rendah di bawah 60.
Menanggapi angka rata-rata pendidikan di Padang yang mencapai 10,97 tahun, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi mengatakan pihaknya akan terus mendorong agar semua anak di Padang dapat menamatkan pendidikan minimal SMA atau sederajat.
Sejak 2014, kami telah menggratiskan biaya pendidikan di SMA negeri, dan untuk siswa dari sekolah swasta ada beragam beasiswa sehingga tidak ada alasan untuk tidak sekolah, kata dia pula. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
