Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Optimistis Luas Panen Padi Lampaui 2015

Jumat, 8 April 2016 18:19 WIB
Image Print

Painan, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), optimistis luas panen padi di daerah itu sampai akhir tahun 2016 dapat melampaui tahun 2015.

"Hingga Februari 2016 tercatat luas tanam padi masyarakat di daerah ini sudah mencapai 7.229 hektare. Saya juga yakin produktivitas meningkat dari tahun lalu, " kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan, Afrizon Nazar di Painan, Jumat.

Dari data tahun 2015 tercatat total luas panen padi di daerah itu 62.325 hektare. Produksi sebanyak 317.375 ton gabah kering panen, dengan luas tanam mencapai 62.432 hektare.

Sementara produktivitas sebanyak 4,5 sampai 5,5 ton per hektare. Meski demikian untuk mencapai hal itu tentu saja membutuhkan keseriusan petani dan pengawasan pemkab dalam melakukan pengelolaan lahan yang tersedia.

"Mari kita lakukan pengawalan dan pendampingan, baik di tingkat kecamatan maupun lapangan. Pengawalan dan pengamanan berbagai bantuan dalam penyaluran benih, pupuk dan alat mesin pertanian sampai kepada kelompok tani penerima juga perlu dilakukan disamping pengawalan lainnya," katanya.

Untuk meningkatkan produksi gabah, pemkab terus berupaya dengan melakukan perluasan areal sawah. Setidaknya program itu (cetak sawah baru) mampu mempertahankan luas areal sawah produktif dari pengurangan areal akibat berbagai alasan seperti konversi (alih fungsi lahan).

Selain itu pemkab juga terus menggalakkan pengembangan sistem penanaman padi sebatang atau sistem of rice intensification (SRI) pada lahan pertanian masyarakat.

Menurutnya, sektor pertanian di daerah itu telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap masyarakat, sebab total produk domestik regional bruto (PDRB) yang dimilikinya mencapai 33,6 persen.

Untuk tingkat Sumbar, saat ini Pesisir Selatan berada pada urutan ke dua sebagai daerah penghasil padi terbanyak. Jumlah kepala keluarga yang bergerak di sektor itu khususnya sawah padi mencapai 65 persen dari 535 ribu jumlah penduduk, tersebar di 15 kecamatan yang dimiliki.

"Pemkab juga melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik swasta maupun pihak lainnya untuk meningkatkan produksi gabah ini, " katanya.

Salah seorang kelompok tani di kabupaten itu, Yusmar mengatakan, pihaknya mengharapkan adanya pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dari pemkab sehingga dapat meningkatkan hasil yang maksimal pascapanen. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026