
Bupati Pesisir Selatan Minta Warga Tetap Waspada
Rabu, 2 Maret 2016 22:40 WIB

Painan, (AntaraSumbar) - Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni meminta masyarakat yang ada di sekitar pantai tetap tenang dan waspada pascagempa 7,8 Skala Richter yang mengguncang daerah itu.
"Yang harus dilakukan adalah bersiap terhadap datangnya gempa susulan. Kemudian selalu mewaspadai jika ada sinyal terjadinya gelombang tsunami," kata dia di Painan, Rabu, saat memantau kondisi wilayah sekitar.
Ia mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi, Gubernur Sumbar dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Kami selalu pantau perkembangannya. Yang penting, masyarakat jangan panik," ujarnya di Pantai Carocok Painan didampingi Sekretaris Daerah, Erizon.
Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Prinurdin, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh camat yang ada di daerah ini.
Pemerintah kabupaten juga mengomunikasikan dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0311 Pesisir Selatan dan Kepolisian Resor (Polres) Pesisir Selatan.
"Semua perkembangan pasti kami sampaikan pada masyarakat," tuturnya.
Pakar gempa Universitas Andalas (Unand) Padang Badrul Mustafa menyampaikan gempa yang menguncang daerah itu tidak berpusat di kawasan "megathrust".
"Berdasarkan data yang diperoleh dari BMKG pusat gempa cukup jauh 682 kilometer barat daya Mentawai, itu bukan lokasi 'megathrust'," kata dia.
Menurutnya, gempa yang terjadi saat ini disebut dengan gempa tunggal atau "intraplate" karena tidak terjadi pada tumpukan lempeng.
Namun gempa ini dapat saja mempengaruhi "megathrust" yang saat ini masih menyimpan dua pertiga energi, kata dia.
Terkait potensi tsunami ia memastikan jika benar-benar aman harus menunggu hingga tiga sampai empat jam karena pusat gempa cukup jauh.
Ia mengatakan karakter gempa yang terjadi sama dengan yang pernah terjadi di Sumbar pada April 2012. (cpw)
Pewarta: Teddy Setiawan
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
