
Panitia SNMPTN Imbau Sekolah Cermati Peluang Penerimaan
Jumat, 26 Februari 2016 14:45 WIB

Padang, (AntaraSumbar) - Panitia lokal 17 Padang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2016 mengimbau kepada sekolah menengah sederajat untuk mencermati persentase peluang penerimaan yang telah ditetapkan pusat.
"Hal yang perlu menjadi perhatian bagi sekolah yakni jumlah siswa yang didaftarkan akan bergantung pada akreditasi sekolahnya," kata Koordinator Humas SNMPTN Universitas Andalas, Syafwardi di Padang, Jumat.
Dia menyebutkan titik yang perlu dipertimbangkan sekolah yakni nilai akreditasi sebelum mendaftarkan siswanya. Seperti ketentuan dari pusat, imbuhnya, sekolah dengan akreditasi tinggi dapat mendaftarkan siswanya lebih banyak, dan kuota sekolah akreditasi rendah juga rendah peluang siswanya masuk.
Dalam hal ini, ujar dia, sekolah dengan akreditasi C ke bawah perlu teliti mencari siswa yang berprestasi di sekolahnya karena peluang untuk masuk hanya 10 hingga 20 persen.
Artinya, jelasnya, hanya 10 hingga 20 persen siswa berprestasi di sekolahnya untuk didaftarkan, hal ini berbeda dengan sekolah berakreditasi A dan B yang dapat mendaftarkan siswanya 50 hingga 70 persen.
"Jadi tidak sembarang sekolah dan sekolah juga tidak bisa sembarang masukkan siswa dalam SNMPTN," katanya.
Dengan begitu, tambahnya, khusus SNMPTN perlu kejelian dan ketelitian sekolah dalam mengusung siswanya untuk ikut seleksi masuk mahasiswa tersebut.
"SNMPTN ini merupakan jalur seleksi undangan tentunya perlu kompetisi tinggi untuk meraihnya," tambahnya.
Kemudian, sebutnya, sekolah juga perlu cermat memperhatikan indeks integritas dalam mendaftarkan siswanya. Indeks integritas ini penting diperhatikan karena tindakan sekolah melakukan kecurangan akan menjadi indikator pertimbangan masuk atau tidaknya siswa tersebut ke perguruan tinggi pilihannya.
Saat ini, katanya, indeks integritas baru sebatas pengetahuan panitia namun sekolah perlu menghindari praktik kecurangan tersebut.
Sementara itu salah satu siswa SMK kelas 3, Faula berharap siswa kejuruan mendapat tempat yang sama dengan siswa SMA dalam memperebutkan kursi perguruan tinggi dalam SNMPTN.
Sebab sama dengan siswa SMA , siswa SMK juga memiliki kemampuan dalam bidangnya, ujarnya. (*)
Pewarta: M R Denya Utama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
