Logo Header Antaranews Sumbar

Yuda Korban Terseret Arus Gelombang Laut Ditemukan

Senin, 25 Januari 2016 22:36 WIB
Image Print

Pariaman, (Antara) - Jasad Yuda (19) warga Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa setelah sebelumnya dilaporkan terseret ombak di Pantai Pasir Lohong daerah setempat, Minggu (24/1).

"Korban kita temukan tadi sekitar pukul 13.30 WIB sekitar 200 meter arah selatan dari lokasi kejadian," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Yaminurizal, di Pariaman, Senin.

Ia menyebutkan korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang anggota BPBD setempat bersama tim gabungan yang melakukan pencarian kurang lebih selama 20 jam.

Saat ditemukan kondisi kepala korban sedikit mengalami bekas lebam seperti bekas benturan dengan benda keras yang diduga terhempas ke bebatuan di tepi pantai.

"Bekas lebam di kepala itu memang benar adanya, kita duga saat terseret ombak korban juga terhempas ke batu pemecah ombak yang ada di sekitar bibir pantai, namun bagian tubuh lainnya dalam kondisi utuh," jelasnya.

Setelah ditemukan tim gabungan langsung membawa jasad korban ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan visum luar, selain itu pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi.

"Kita sudah lakukan visum luar dan telah menyerahkan almarhum kepada pihak keluarga, rencana awalnya memang akan dilakukan otopsi namun pihak keluarga menolak," ujarnya.

Sebelumnya korban yang biasa dipanggil Yuda tengah bermain bola di sekitar pantai kota itu. Setelah bermain korban bersama teman-temannya berenang ke tepi pantai, namun naas bagi Yuda ia terbawa arus laut.

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD setempat, Zamzamil, mengatakan saat korban terseret arus gelombang laut, teman-teman korban sempat berusaha menyelamatkan korban, namun tidak berhasil karena arus laut yang terlalu kuat.

Selain itu pihak BPBD setempat juga membenarkan bahwa sepanjang Pantai Lohong Pariaman merupakan kawasan yang dilarang mandi atau berenang bagi masyarakat dan wisatawan.

Pihaknya juga mengklaim sudah memasang rambu peringatan dilarang mandi, namun sudah hilang karena terkikis oleh abrasi pantai.

"Kita sudah memasang plang dan imbauan agar tidak mandi di sekitar pantai namun karena abrasi plang tersebut tidak ada lagi, selain itu di sepanjang pantai pariaman juga tidak layak untuk mandi," ujarnya. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026