
Sumbar Miliki 12 Sektor Prioritas MEA
Jumat, 15 Januari 2016 16:30 WIB

Padang, (AntaraSumbar) - Wakil Komite Tetap Pelatihan Ketenagakerjaan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Pusat, Dasril Yadir Rangkuti mengatakan Sumatera Barat memiliki potensi peluang lapangan kerja di 12 sektor prioritas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Sumbar memiliki lima potensi di bidang perdagangan jasa dan tujuh potensi perdagangan produk yang dapat dijual dan akan menyerap banyak tenaga kerja sehingga masyarakat tidak perlu mencemaskan kehadiran pasar bebas MEA itu," kata dia di Padang, Jumat.
Ia mengatakan potensi bidang jasa itu ialah pariwisata, transportasi, logistik, ilmu dan teknologi (IT) dan agrobisnis, sedangkan bidang produk diantaranya lebih kepada hasil pertanian perkebunan, seperti karet dan logam.
"Dari banyaknya peluang tersebut, potensi yang lebih terbuka lebar ialah potensi wisata dan peternakan Padang Mengatas," katanya.
Menurutnya, Sumbar hanya perlu mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan usia produktif, keahlian di bidang masing-masing, kemampuan dan pengetahuan terkini dan memahami budaya di daerah serta sikap para pekerja yang memiliki rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi yang baik.
Ia menyampaikan hal yang terpenting dalam MEA ialah kualitas tenaga kerja sehingga setiap lembaga pelatihan dan SDM yang memberikan pelatihan harus lebih menguasai persoalan sebelum memberikan pelajaran dan pemahaman pada para tenaga kerja.
Berbagai aspek juga perlu persiapan maksimal seperti standar kompetensi, sistem pendidikan dan pelatihan serta sistem sertifikasi dan lembaga pemantau karena 12 sektor prioritas MEA itu telah memiliki sertifikasi masing-masing.
"Dalam mengambil kebijakan, pemerintah juga harus mampu mendorong terjualnya barang dan SDM yang dimiliki agar potensi jasa dan produk tergarap dengan maksimal," ujarnya.
Jika setiap lembaga pendidikan ikut mempersiapkan SDM dalam menghadapi MEA dan asosiasi industri ikut mendorong, maka kebijakan pemerintah yang betul-betul serius akan benar-benar menjadikan MEA peluang bagi masyarakat terutama terkait lapangan pekerjaan.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Mudrika mengatakan produk unggulan provinsi itu dalam menghadapi persaingan MEA ialah produk-produk kerajinan di antaranya songket, bordir, dan sulaman.
Ia mengatakan meskipun kerajinan asal Sumbar itu dibuat menggunakan metode konvensional, namun dinilai mampu bersaing memenuhi permintaan MEA, karena metode tersebut akan membuat nilai suatu produk lebih eksklusif. (cpw)
Pewarta: Vicha Faradika
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
