Logo Header Antaranews Sumbar

Puslabfor Analisis Jenis Senjata dan Bom Sarinah

Jumat, 15 Januari 2016 15:05 WIB
Image Print
Sejumlah petugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi ledakan diduga bom yang meledak di Starbucks Coffe Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1). Petugas berhasil membekuk pelaku penyerangan dan peledakan di kawasan Sarinah yang berjumlah tujuh orang, sebanyak empat pelaku berhasil dilumpuhkan sedangkan tiga pelaku ditembak mati oleh petugas. ( ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta, (AntaraSumbar) - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri masih menganalisis jenis senjata dan bom lempar yang digunakan oleh kawanan pelaku peristiwa teror di Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta.

"Hari ini (barang bukti) sedang dianalisis. Saya belum bisa sebutkan, menunggu ada hasil dari Labfor dulu," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Sementara terkait identitas pelaku teror, jenderal bintang empat itu mengatakan kepolisian sudah mengidentifikasi seluruh nama jenazah terduga pelaku. Kendati demikian, pihaknya, melalui tim Disaster Victim Investigation (DVI) akan mengecek kebenarannya lebih lanjut dengan menggunakan data pembanding sampel DNA keluarga terduga teroris.

"Tentu kita nggak bisa mengandalkan (identifikasi) secara visual. Kita minta DVI untuk mempertegas kebenaran dengan tes sesuai standar yang mereka punya," katanya.

Pada Kamis (14/1) siang, terjadi enam ledakan dan baku tembak di depan gerai kopi Starbucks dan pos polisi Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Kepolisian mencatat ada 24 orang menjadi korban luka atas peristiwa tersebut. Sementara korban tewas ada tujuh orang yakni dua warga sipil dan lima terduga pelaku.

"Dua puluh empat orang luka-luka termasuk diantaranya lima orang polisi mengalami luka berat," kata Kadivhumas Polri Irjen Anton Charliyan.

Anton menambahkan lima pelaku teror dalam peristiwa tersebut yang tewas yakni dua orang pelaku tewas akibat bom bunuh diri dan tiga orang tewas setelah ditembak polisi.

Sementara dua korban warga sipil yang tewas adalah seorang WNI dan seorang WNA Kanada. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026