Logo Header Antaranews Sumbar

Seorang Warga Air Haji Korban Hanyut Belum Ditemukan

Jumat, 11 Desember 2015 14:34 WIB
Image Print

Painan (Antara) Seorang warga Damrah (55) Nagari Rantau Simalenang, korban yang hanyut bersama sejak dua hari lalu akibat banjir bandang, hingga kini belum ditemukan dan anaknya Junda (14) selamat.

Pencarian hari kedua tetap dilakukan masyarakat dan petugas terhadap korban yang diseret arus banjir bandang ketika hendak menyeberang sungai sehabis pulang dari ladang dan diiringi hujan yang sangat deras pada 9 Desember 2015.

Wakil Kapolsek Linggo Sari Baganti Ipta Jon Mardi didampingi anggota Bripka Hendrizon langsung ke tempat kejadian peristiwa (TKP) sekitar pukul 20:00 Wib, yang bertempat di Lubuk Talang Nagari Rantau Simalenang, sehingga menemukan satu korban hanyut selamat.

Peristiwa itu terjadi, ketika korban hendak menyeberang sungai sekitar pukul 18:00 Wib, korban membawa beban yang berat, seperti durian hasil dari kebunnya untuk dibawa pulang ke rumah. Namun, saat korban melintasi sungai tiba-tiba banjir bandang menghantam korban saat menyeberang sungai, katanya Wali Nagari Rantau Simalenang Ramalam Ardi ketika dikonfirmasi.

Ia mengatakan anak korban selamat dari bencana itu, karena ia bisa berenang ketepi sungai dan dapat bergantung disalah satu batang pohon yang ada ditepi sungai, tetapi sayang tidak bisa menyelamatkan bapaknya karena arus air sangat deras.

Namun, anak korban langsung melaporkan kejadian kepada warga setempat dengan jarak dari lokasi sekitar satu jam perjalanan, setelah mendapatkan informasi tersebut warga langsung ke TKP untuk mencari korban di tengah guyuran hujan lebat dan hari sudah malam sehingga menyulitkan proses pencarian.

Ramalam menggatakan tim SAR dari Kabupaten telah tiba di (TKP) pada Kamis sekitar pukul pukul 09:00 Wib, namun sampai saat ini belum ada membuahkan hasil, waktu pencarian disebabkan air yang keruh dan deras karena menghambat waktu penyelaman.

Sungai Lubuk Talang dan sungai Lubuak Papan telah banyak memakan korban jiwa hampir setiap tahun hingga sampai sekarang ini, karena tidak adanya jembatan dan warga terpaksa menyeberang sungai untuk menuju ke lokasi perkebunan dan lahan pertanian yang ada diseberang.

"Kita meminta Pemkab Pesisir Selatan untuk membangun jembatan, supaya tidak ada korban susulan, karena warga disini ekonominya bergantung pada sawah dan ladang yang ada di seberang sungai. Kami minta juga dukungan pihak legislatif mendorong eksekutif mengalokasikan anggarannya," ujarnya.(Cpw...)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026