Logo Header Antaranews Sumbar

BPBD Agam: dua jembatan darurat di Palembayan hanyut dibawa arus sungai

Kamis, 12 Februari 2026 10:12 WIB
Image Print
Alat berat sedang memasak jembatan darurat yang sebelumnya dibawa arus sungai di Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (12/2/2026). ANTARA/HO/Wali Jorong Sumbarang Aia

Lubuk Basung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan sebanyak dua unit jembatan darurat di Kecamatan Palembayan hanyut dibawa arus Sungai Batang Nanggang cukup besar dampak curah hujan tinggi, Rabu malam

"Dua jembatan darurat yang dibangun dari pohon kelapa dibawa arus sungai cukup besar," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan kedua jembatan tersebut berada di Masjid Syuhada menghubungkan Sawah Laweh-Kampuang Pili, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.

Setelah itu Jorong Subarang Aia Nagari Salareh Aia Timur menghubungkan Koto Alam-Subarang Aia.

"Jembatan darurat dibangun untuk mempermudah akses warga usai bencana banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025," katanya.

Ia menambahkan banjir juga meluap sampai jalan provinsi menghubungkan Padang Koto Gadang menuju Bukittinggi setinggi 50 centimeter.

Banjir dan longsor terjadi di Kecamatan Tanjung Raya mengakibatkan 170 kepala keluarga mengungsi ke SD, masjid, rumah keluarga dan rumah tetangga.

Ke 170 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar ratusan orang itu tersebar di Nagari Koto Kaciak sebanyak 90 kepala keluarga dan Nagari Sungai Batang 50 kepala keluarga akibat rumah mereka terendam banjir sekitar 40-60 centimeter dampak meluapnya Sungai Asam dan Sungai Tumayo setelah curah hujan cukup tinggi.

Saat ini kondisi banjir sudah menyusut dan warga mulai membersihkan rumahnya dari material banjir.

Setelah itu di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya 30 kepala keluarga mengungsi akibat tanah longsor.

"Mereka dievakuasi oleh tim gabungan berasal dari BPBD Agam, Polres Agam, PMI, Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari dan warga," katanya.

Ia menambahkan material tanah longsor juga menyumbangkan tiang listrik, sehingga lampu padam sekitar lokasi.

Material tanah longsor menimbun satu unit mobil minibus. Sementara sopir beserta satu penumpang berhasil menyelamatkan diri secara mandiri sebelum kejadian.

Material tanah longsor menimbun ruas jalan provinsi menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi tepatnya di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya yang menutupi jalan dengan panjang sekitar 50 meter dan tinggi sekitar 1,5 meter.

"Pembersihan material tanah longsor sedang berlangsung dengan mengerahkan alat berat," katanya.

Curah hujan cukup tinggi juga mengakibatkan meluapnya air Sungai Batang Balok, setelah dam sementara dibobol luapan air sungai di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, sehingga air meluap ke ruas jalan Maninjau ke Sungai Batang dan menggenangi SDN 09 Bancah.

Masyarakat telah berupaya melakukan pemasangan dam secara manual di titik yang jebol dengan menumpuk material batu dan kayu agar aliran air tetap di aliran sungai.

Banjir juga merendam dua unit rumah di Siguhuang, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung akibat meluapnya Sungai Batang Siguhuang

Sementara Kepala Jorong atau Dusun Subarang Aia, Irlan menambahkan warga terisolir akibat jembatan tersebut dibawa arus, karena jembatan merupakan satu-satunya akses dari Subarang Aia menuju Koto Alam.

"Jembatan darurat akses satu-satunya bagi warga untuk membawa hasil pertanian, perkebunan dan kesekolah. Di lokasi, Polri sedang membangunan jembatan bailey," katanya.

Sebelumnya, Kecamatan Palembayan dilanda banjir bandang mengakibatkan 146 orang meninggal dunia, hilang 32 orang, merusak ratusan rumah, lahan pertanian dan lainnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026