Logo Header Antaranews Sumbar

Dinas Kehutanan Sumbar Gelar HMP Usai Pilkada

Rabu, 18 November 2015 22:44 WIB
Image Print

Padang, (AntaraSumbar) - Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan menggelar peringatan Hari Menanam Pohon se-Indonesia (HMPI) usai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Desember 2015.

"Setiap tahun, kami selalu menanam pohon. Hari Menanam Pohon se-Indonesia tersebut hanya sebagai bentuk momentum hari puncak untuk mengingatkan masyarakat agar selalu menanam pohon dan menjaga hutan yang telah ada," kata Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Hendri Octavia di Padang, Rabu.

Ia mengatakan, peringatan acara HMPI tersebut direncanakan dilaksanakan di salah satu dari tiga kabupaten yaitu Pasaman, Agam atau Pesisir Selatan bergantung respon pemerintah daerah (pemda) terkait, prestasi daerah, lokasi tanam, hingga dukungan masyarakat.

Sementara itu, ia mengatakan, sepanjang 1 Februari 2014 hingga 31 Januari 2015 di Sumbar telah ditanam sebanyak 36.833.468 pohon di sektor kehutanan dan non kehutanan.

"Sementara untuk penanaman sepanjang tahun 2015, kami sedang mengumpulkan datanya. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya jumlah penanaman selalu di kisaran angka tiga puluh jutaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, tanaman yang ditanaman merupakan semua jenis tanaman seperti tanaman kehutanan, tanaman buah-buahan, yang diminati dan disukai masyarakat, cocok dengan kondisi tanah, iklim tempat tumbuhnya dan berjenis akar tunggang.

"Penanaman pohon diprioritaskan di dalam dan luar kawasan hutan, di kawasan hutan yang kritis, termasuk penanaman di kiri-kanan jalan dan lahan masyarakat sehingga kami imbau masyarakat untuk terus ikut aktif menanam pohon," ujarnya.

Bila dikaitkan dengan perubahan iklim, ia mengatakan penanaman pohon tersebut belum dapat diperkirakan dalam waktu dekat, namun diharapkan semua kalangan dapat terus menjaga pohon yang telah ditanam sehingga di masa mendatang dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Sementara itu, pakar dan peneliti lingkungan hidup Dr Ardinis Arbain mengatakan Sumbar saat ini memiliki banyak kawasan lindung dan hutan yang berpotensi dikembangkan sebagai daerah biokonservasi.

"Konsep biokonservasi adalah memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) dan menggali potensinya secara berkelanjutan tanpa harus melakukan perusakan atau eksploitasi berlebihan," katanya.

Sebagai contoh, katanya, melakukan eksploitasi tambang berlebihan dapat mengganggu kestabilan lingkungan, khususnya hutan sehingga sebaiknya hutan dimanfaatkan oleh masyarakat yang hasilnya memberikan keuntungan. (cpw)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026