Logo Header Antaranews Sumbar

KPU Sosialisasikan Pilkada Lewat Kesenian Tradisional

Rabu, 11 November 2015 22:35 WIB
Image Print

Sarilamak, (AntaraSumbar) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Limapuluh Kota sosialisasikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui kesenian tradisional yang ada di daerah itu.

"Selain menyosialisasikan pilkada, kegiatan tersebut juga menjadi hiburan bagi masyarakat," kata Ketua KPU Limapuluh Kota, Ismet Aljannata saat dihubungi dari Payakumbuh Rabu.

Ia mengatakan, diantara kesenian lokal yang ditampilkan saat sosialisasi itu adalah saluang, alua pasambahan (petatah-petitih adat), Kesenian Irama Minang (KIM).

Menurutnya, penyampaian pesan atau informasi berkait Pilkada Lima Puluh Kota melalui langkah itu cukup efektif.

Diantara pesan-pesan sosialisasi yang telah dikemas dalam sosialisasi itu adalah proses dan tahapan pilkada, pasangan calon (paslon), kampanye, hingga tempat pemungutan suara serta cara pencoblosan.

Kegiatan itu diselenggarakan pada masing-masing kecamatan yang ada di kabupaten tersebut, dimana lokasinya ditentukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberitahukan kepada masyarakat tentang Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2015, sehingga mereka berpartisipasi menggunakan hak saat pesta demokrasi tersebut.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak golput (tidak menggunakan hal pilih) karena suara mereka menentukan siapa yang akan memimpin daerah tersebut lima tahun yang akan datang.

Salah seorang warga Limapuluh Kota, Asmi menyambut baik langkah pihak penyelenggara Pemilu menyosialisasikan Pilkada melalui kesenian tradisional.

Menurutnya langkah tersebut unik, selain karena mampu memanfaatkan kesenian untuk mensosialisasikan pesta demokrasi kepada masyarakat, yang mana hal itu jarang dilakukan.

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh kota diikuti oleh empat pasang calon, yakni Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan, Asyirwan Yunus-Ilson Cong, Rifa Yendi-Zulhikmi, dan Azwar Chesputra-Yunirwan Khatib. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026