Logo Header Antaranews Sumbar

Unand Miliki 111 Program Studi Terakreditasi

Jumat, 25 September 2015 13:19 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) memiliki 111 buah jurusan atau program studi baik itu Strata satu, Program Magister Doktor maupun Diploma, spesialis dan profesi yang telah terakreditasi.

"Dari seratus sebelas prodi tersebut ada dua prodi yang sedang masih dalam proses yakni S2 Ilmu Tanah dan Pembangunan Perumahan dan Pemukiman," kata Sekretaris Lembaga Pengembagan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unand Dr. Ade Djulardi, di Padang, Jumat.

Dia menyebutkan 111 prodi terakreditasi tersebut terdiri atas delapan program Doktor, 38 program magister, 12 Dokter Spesialis, lima profesi, 44 program S1 dan empat diploma.

Kemudian dari 111 prodi tersebut sekitar 19 jurusan memperoleh akreditasi A, atau sekitar 17 persen dari jumlah keseluruhan.

Untuk prodi yang memiliki nilai akreditasi B sebanyak 57 persen atau 67 buah.

Sedangkan C sebanyak 27 buah prodi yang saat ini sebagian besar sedang mengupayakan akreditasi B.

"Prodi yang A akan menjadi bahan promosi menuju akreditasi Internasional, namun prodi C bisa melemahkan institusi," kata Ade.

Dia menyebutkan dari 19 prodi tersebut, delapan prodi akan dipromosikan mengikuti program akreditasi tingkat internasional.

Kedelapan tersebut diantaranya Biologi, Akuntansi, Kedokteran, Biologi dan Teknik Mesin.

Bahkan untuk fakultas Teknik akan mengikuti akreditasi Internasional ABET.

Sedangkan untuk beberapa prodi yang C bila tidak diupayakan akan mengganggu penilaian akreditasi institusi berikutnya, ucapnya.

"Akreditasi institusi dan prodi ini penting menentukan kesempatan kerja lulusannya," ucap Ade.

Bila akreditasi nya A ada kemungkinan lulusannya dapat masuk kerja di bidang mana pun.

Akan tetapi bila memiliki akreditasi C, hal ini bisa menyulitkan lulusannya melamar kerja, ucapnya.

Sementara itu salah satu mahasiswa Unand Ayu Lestari menilai akreditasi menjadi penentu maju tidaknya suatu perguruan tinggi atau prodi.

Untuk itu dia berharap kepada dosen penyusun borang akreditasi agar berusaha keras untuk mendapatkan nilai akreditasi lebih baik. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026