
Pemprov Sumbar minta Unand perkuat ekosistem riset dan inovasi

Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta Universitas Andalas (Unand) memperkuat ekosistem riset dan inovasi agar hasil penelitian perguruan tinggi tersebut dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan di daerah.
"Ke depan kami berharap hasil penelitian yang dilakukan Unand tidak hanya berhenti sebagai publikasi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi inovasi, kebijakan, teknologi, dan praktik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Padang, Senin.
Dia mengatakan hal tersebut dalam Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah Dies Natalis Ke-70 atau Lustrum XIV Unand dengan tema "Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak".
Ia menyatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai perubahan yang berlangsung cepat, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial (AI), transformasi digital, perubahan iklim, ketahanan pangan, kesehatan dan persoalan sosial.
"Perubahan yang berlangsung begitu cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang memberikan manfaat serta menjawab kebutuhan masyarakat," kata dia.
Menurut dia, berbagai tantangan tersebut membutuhkan riset yang kuat, kolaboratif dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks Sumbar, katanya, berbagai potensi daerah di bidang pertanian, perikanan, kesehatan, lingkungan, energi, pariwisata, ekonomi kreatif, serta adat dan budaya dapat menjadi bidang pengembangan riset dan inovasi bagi Unand.
Ia menyampaikan apresiasi kerja sama yang telah dibangun Unand dengan sejumlah pihak dalam mendukung pengembangan hasil penelitian menjadi produk yang bermanfaat serta pengolahan komoditas pertanian.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini. Kami berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan sesuatu yang lebih nyata, terutama dalam mengembangkan hasil penelitian dan mengolah potensi pertanian yang dimiliki Sumbar," ujarnya.
Rektor Unand Efa Yonnedi mengatakan sejumlah hasil penelitian dosen telah dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memperoleh paten, termasuk di bidang kesehatan dan pemanfaatan gambir.
"Ke depan kami akan terus mendorong dosen agar mengembangkan penelitian yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, hasil riset yang dihasilkan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut dan menarik perhatian dunia industri," kata dia.
Ia menyatakan kegiatan Dies Natalis Unand Ke-70 mendorong transformasi sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Penguatan kualitas pendidikan, produktivitas riset, inovasi, kolaborasi, jejaring nasional dan internasional, serta kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat menjadi bagian dari agenda pengembangan universitas ke depan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria secara daring.
Pewarta: Najmi Aulia
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
