
Unand terapkan teknologi Smart Fish Feeder pada budidaya ikan tawar

Padang (ANTARA) - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (Unand) Padang menerapkan teknologi Smart Fish Feeder berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu memulihkan sekaligus transformasi budidaya ikan tawar Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mandala Jaya di Kota Padang Panjang.
"Teknologi ini kami gunakan untuk membuat pemberian pakan menjadi lebih teratur dan terukur. Dengan begitu, pembudidaya dapat mengatur waktu dan jumlah pakan sesuai kebutuhan ikan tanpa harus sepenuhnya dilakukan secara manual," kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unand Micko Tomas di Padang, Rabu.
Ia mengatakan program tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan teknologi kepada masyarakat, tetapi juga membantu kelompok kembali menjalankan aktivitas produktif setelah kolam budidaya terdampak banjir bandang pada Juni 2026.
"Pendekatan yang kami lakukan adalah pemulihan yang produktif. Artinya, kolam yang terdampak tidak hanya diperbaiki agar kembali berfungsi, tetapi pemulihan tersebut dilanjutkan dengan mengaktifkan kembali produksi dan secara bertahap memperkenalkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi budidaya," ujarnya.
Ia mengemukakan banjir bandang menyebabkan sebagian kolam budidaya mengalami kerusakan sehingga kapasitas produksi kelompok menurun. Kondisi tersebut menjadi persoalan penting karena kolam merupakan infrastruktur utama bagi keberlanjutan usaha pembudidaya.
Pelaksanaan program diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) pada 21 Juni 2026. FGD melibatkan tim pengabdian dan anggota Pokdakan Mandala Jaya untuk mengidentifikasi kondisi pascabencana, kerusakan kolam, kebutuhan sarana budidaya, kebutuhan benih, serta menentukan prioritas intervensi.
Hasil diskusi menghasilkan kesepakatan mengenai tiga langkah utama, yaitu pemulihan kolam, pengaktifan kembali produksi melalui penebaran benih ikan nila, dan penerapan Smart Fish Feeder berbasis IoT.
Ia mengemukakan tim bersama mitra kemudian melakukan pemulihan bagian kolam yang terdampak agar kembali dapat digunakan sebagai sarana produksi. Setelah itu dilakukan penyerahan dan penebaran lima ribu ekor benih ikan nila pada kolam yang telah dipersiapkan dan penerapan Smart Fish Feeder berbasis IoT.
Smart Fish Feeder yang diterapkan merupakan teknologi tepat guna hasil pengembangan penelitian terapan. Perangkat tersebut menggunakan mikrokontroler ESP32 dengan WiFi terintegrasi, motor DC sebagai aktuator pemberi pakan dan sistem penjadwalan otomatis.
Menurut dia, frekuensi pemberian pakan dapat diatur sesuai kebutuhan budidaya. Perangkat tersebut memiliki wadah pakan berkapasitas sekitar 100 kilogram sehingga dapat mengurangi frekuensi pengisian dan membantu pekerjaan rutin pembudidaya.
Penerapan Smart Fish Feeder tidak berhenti pada penyerahan perangkat. Anggota Pokdakan dilibatkan dalam pemasangan, pengujian, kalibrasi, pengaturan jadwal pemberian pakan, hingga pengoperasian dan pemeliharaan perangkat. Pelatihan menggunakan pendekatan learning by doing agar anggota kelompok tidak hanya mengetahui fungsi teknologi, tetapi mampu menggunakannya secara mandiri.
Ia menyatakan monitoring selanjutnya diarahkan pada pada kinerja perangkat, ketepatan pemberian pakan, jumlah pakan, pertumbuhan ikan, kondisi kolam, dan kendala teknis selama penggunaan. Evaluasi kebermanfaatan teknologi menggunakan sejumlah indikator, antara lain konsumsi pakan, pertumbuhan ikan, tingkat kelangsungan hidup (survival rate), serta FCR.
Pewarta: Najmi Aulia
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
