
Unand fokuskan riset pada empat bidang strategis

Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) memfokuskan penelitian dan inovasi pada empat bidang strategis, yakni kesehatan, obat-obatan, pangan, kebencanaan, serta energi terbarukan untuk menghasilkan riset yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan dunia industri.
"Empat bidang ini kami pilih karena memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan masyarakat dan potensi yang ada di Sumatera Barat. Kami ingin hasil penelitian yang dilakukan dosen dan peneliti tidak hanya berhenti sebagai publikasi, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang benar-benar digunakan dan memberikan manfaat," kata Rektor Unand Efa Yonnedi di Padang, Senin.
Dia mengatakan hal tersebut dalam Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah Dies Natalis Ke-70 atau Lustrum XIV Unand dengan tema "Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak".
Ia menyatakan pada bidang kesehatan dan obat-obatan, peneliti Unand saat ini mengembangkan lebih dari 35 produk bioteknologi kesehatan sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian sektor kesehatan nasional.
Sejumlah alat kesehatan dan bahan pendukung laboratorium (reagen) yang masih diimpor, katanya, sebenarnya memiliki peluang untuk diproduksi di dalam negeri melalui hasil penelitian perguruan tinggi.
"Tinggal sekarang bagaimana industri ataupun pengguna membeli alat-alat ini," kata dia.
Pada bidang pangan, Unand memberikan perhatian terhadap pengembangan komoditas gambir yang menjadi salah satu potensi unggulan Sumatera Barat.
Ia menjelaskan pengolahan gambir menjadi produk jadi perlu diperkuat agar komoditas tersebut tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Ia menyatakan untuk mendukung upaya tersebut, Unand bekerja sama dengan PTPN IV melakukan studi kelayakan terkait dengan rencana pembangunan pabrik pengolahan gambir berstandar pangan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Pesisir Selatan.
Pada bidang energi Unand turut memberikan kontribusi melalui kepakaran akademisi dalam mendukung pengembangan energi terbarukan, salah satunya melalui keterlibatan para ahli dalam percepatan pembangunan energi panas bumi di Kabupaten Pasaman.
Ia mengharapkan penguatan penelitian pada empat bidang tersebut, menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut oleh dunia industri.
"Kami ingin hasil temuan dan inovasi yang dihasilkan Unand tidak berhenti begitu saja,tetapi dapat terus dikembangkan bersama dunia industri hingga menjadi produk yang memberi manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.
Pewarta: Najmi Aulia
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
