Logo Header Antaranews Sumbar

Pesisir Selatan Agar Antisipasi Kabut Asap

Selasa, 22 September 2015 12:25 WIB
Image Print

Painan, (Antara) - Anggota DPR-RI Darizal Basir meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan, Sumatera Barat segera mengantisipasi kabut asap yang menyelimuti daerah itu sejak beberapa hari terakhir.

"Pemkab harus segera bertindak agar masyarakat tidak terkena dampak buruk dari kabut asap yang menyelimuti kabupaten itu saat ini. Berbagai penyakit dapat berjangkit kepada masyarakat akibat kabut asap ini, " kata Anggota DPR RI asal Pesisir Selatan itu ketika dihubungi di Painan, Selasa.

Ia meminta pemkab setempat segera menyosialisasikan kepada masyarakat tentang dampak buruk dan berbagai bibit penyakit yang dapat ditimbulkan akibat kabut asap yang tengah menyelimuti daerah itu.

Tidak saja itu, pemkab juga harus membagikan masker kepada semua warga untuk mengantisipasi agar masyarakat tidak terserang penyakit akibat kabut asap tersebut.

Terkait kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di daerah itu dan beberapa daerah lainnya, ia juga meminta pemkab dan pihak kepolisian setempat segera bertindak, baik memadamkan api maupun mencari serta menindak tegas siapa pelaku dibalik kebakaran hutan tersebut.

"Pihak kepolisian harus berani menindak tegas pelaku kebakaran hutan ini. Siapapun pelakunya harus ditindak sesuai peraturan yang berlaku, " katanya.

Kebakaran hutan telah menyebabkan kerugian terhadap masyarakat dan pihak lainnya. Selain dapat menyebabkan timbulnya penyakit bagi masyarakat akibat terjadinya kabut asap, kebakaran hutan juga menyebabkan terganggunya aktivitas warga, bahkan dapat menyebabkan kecelakaan bagi pengendara kendaraan.

Mahyuni (34) salah seorang warga Pesisir Selatan mengatakan, sejak dua hari terakhir kesehatannya mulai terganggu akibat kabut asap karena dirinya sering beraktivitas di luar ruangan.

"Kerongkongan saya terasa kering, nafas sesak, badan terasa panas-dingin, kepala pusing. Ini sudah saya rasakan sejak kemarin (Senin). Saya memang lebih banyak beraktivitas di luar rumah dibanding di dalam, " katanya.

Ia khawatir serangan penyakit akibat kabut asap yang dirasakannya saat ini ke depan semakin parah. Bahkan kondisi itu sudah dirasakan putrinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar sejak beberapa hari terakhir.

Ia mengaku, hingga kini kondisi kesehatannya masih belum sembuh. Khusus anaknya, meski sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) terdekat pada Senin (21/9), namun hingga kini masih belum sembuh. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026