
Suriah Tuduh Gerilyawan Rampok Pabrik

Damaskus, (ANTARA/Xinhua-OANA) - Kementerian Luar Negeri Suriah, Kamis, menuduh pria bersenjata di Provinsi Aleppo, bagian utara negeri itu, merampok sebanyak 1.000 pabrik dan menyelundupkan peralatan ke Turki dengan sepengetahuan pemerintah Turki. Tindakan tersebut dipandang "tidak sah dan sama saja dengan perompakan", kata Kementerian itu di dalam surat yang dikirim ke PBB. Ditambahkannya, perampokan dan pemindahan adalah agresi yang ditujukan kepada sumber kehidupan dan kehidupan ekonomi rakyat Suriah. Kementerian tersebut menyatakan tindakan itu sekali lagi menunjukkan ambisi Turki dan peran sabotase dalam krisis di Suriah. Kementerian tersebut juga menyeru masyarakat internasional agar mengemban tanggung jawab untuk memerangi terorisme dan menjamin perdamaian internasional. PBB mesti "mengeluarkan pengutukan jelas terhadap tindakan terorisme dan sabotase itu dan melakukan tindakan yang perlu guna menghukum orang yang bertanggungjawab" dan kekuatan di belakang mereka, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis malam. Di Brussels, seorang pejabat NATO, Kamis, mengatakan militer Suriah pada Rabu (9/1) menembakkan rudal balistik, peluncuran ketiga pada Januari. "NATO mendeteksi peluncuran rudal balistik tanpa kendali jarak-pendek di Suriah kemarin. Ini mengikuti dua peluncur lain pada 2 dan 3 Januari," kata pejabat tersebut melalui telepon kepada Xinhua. "Tak satu pun menghantam wilayah Turki. NATO dengan tegas mengutuk aksi kejam ini. Penggunaan senjata semacam itu memperlihatkan pengabaian terhadap nyawa rakyat Suriah," katanya. Pada Desember, NATO memutuskan untuk menggelar rudal canggih Patriot di perbatasan Turki selatan guna menangkap serangan rudal yang mungkin terjadi dari tetangga Turki, Suriah. Jerman, Belanda dan Amerika Serikat sepakat untuk menyediakan sebanyak enam baterei Patriot, yang akan beroperasi pada penghujung Januari. "Sebagian unsur pertama tiba melalui udara pekan lalu dan kami berharap sistem ini akan datang secara bertahap selama beberapa hari ke depan," kata pejabat tersebut. "Penggelaran rudal Patriot mengirim pesan kuat kepada setiap orang yang memikirkan untuk mengancam sekutu kami, Turki," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
