Logo Header Antaranews Sumbar

Pemprov Sumbar Evaluasi 11 Kabupaten/kota Gagal Capai Target Beras

Rabu, 16 September 2015 00:18 WIB
Image Print
Beras. (Antara)

Padang, (AntaraSumbar) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan mengevaluasi penyebab gagalnya 11 kabupaten dan kota di daerah itu mencapai target peningkatan produksi beras di atas 5 persen seperti yang dicanangkan Kementrian Pertanian.

Penyebabnya mungkin bisa karena Sumbar Daya Manusia(SDM) yang belum memadai, atau sebab lain. Kita segera evaluasi, katanya Pelaksana Harian(Plh) Gubernur Sumbar Ali Asmar usai mengikuti Rapat Koordinasi Upaya Khusus Swasembada Beras di Padang, Selasa.

Menurut evaluasi itu penting untuk bisa mencapai target peningkatan produksi beras Sumbar sebanyak tiga juta ton pada 2017.

"Untuk bisa mencapai target ini, seluruh daerah tentu harus berpartisipasi aktif," katanya.

Dia mengatakan, daerah yang gagal mencapai peningkatan produksi beras 5 persen tahun ini patut mencontoh Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dinilai berhasil.

"Mentawai yang daerah kepulauan saja bisa, kenapa kita yang tinggal di darat tidak bisa mewujudkan ini," katanya.

Menurutnya, saat ini sebenarnya Sumbar telah surplus untuk beberapa komoditi pangan seperti beras, umbi-umbian, ikan, minyak sawit, gula merah, buah-buahan dan sayur-sayuran, namun karena sebagian besar produksi itu dijual ke provinsi tetangga, maka stok tidak mencukupi untuk kebutuhan.

Berdasarkan analisis dan proyeksi produksi dan ketersediaan beras, Sumbar masih surplus diangka 752.640 ton dari produksi 1,3 juta ton setelah dikurangi kebutuhan 574.140 ton. Sayangnya, 50 persen produksi beras masyarakat, mengalir ke provinsi tetangga seperti, Riau, Jambi, Bengkulu, Batam, Sumut bagian selatan dan bahkan sampai ke Jakarta, katanya.

Dia berharap dengan upaya khusus (upsus) percepatan swasembada pangan, produksi beras Sumbar menjadi berlipat sehingga mencukupi kebutuhan meskipun sebagian mengalir ke luar.

Menurutnya, berdasarkan kunjungan Menteri Pertanian 11 Desember 2014, ditetapkan target produksi beras Sumbar tahun 2017 meningkat menjadi tiga juta ton.

Untuk mencapai target tersebut telah dilakukan berbagai kegiatan diantaranya rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi tersier 71.280 Ha, optimalisasi lahan 34.826 Ha, pengembangan SRI 6.500 Ha, dan bantuan pupuk anorganik 8.565 ton.

Kemudian ada pula bantuan kepada petani berupa traktor tangan 247 unit, pompa air 140 unit bantuan benih padi 1,8 juta ton, pemberdayaan penangkar benih 150 Ha, seribu desa mandiri benih (SDMB) 60 unit, gerakan PTT padi seluas 10.000 Ha, katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026